Sepanjang 2025, sebanyak 20 satuan pendidikan di
Teluk Bintuni mendapatkan pendampingan intensif yang terdiri atas 5 PAUD, 5 SD, 5 SMP, dan 5 SMA.
Program tersebut juga diperkuat dengan kehadiran mentor daerah yang mendampingi sekolah-sekolah penerima bantuan agar pemanfaatan teknologi benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas.
Sementara itu, Yohanis Manimbuy menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan sektor pendidikan di daerahnya.
Menurutnya, bantuan perangkat IFP tidak hanya mendukung pembelajaran modern, tetapi juga membuka peluang belajar yang lebih interaktif bagi siswa di
Teluk Bintuni.
Program digitalisasi pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, modern, dan berkualitas sehingga anak-anak di Papua memiliki kesempatan belajar yang setara dengan daerah lain di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar