Rabu, 27 Mei 2026

Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Swasta Mitra Strategis Pemerintah dalam Pendidikan Bermutu

Rabu, 27 Mei 2026 14:00 WIB
Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Swasta Mitra Strategis Pemerintah dalam Pendidikan Bermutu
Mendikdasmen Abdul Mu'ti didampingi lainnya meresmikan Sekolah Bakti Mulya 400 di Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026).

Depok (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Sekolah Bakti Mulya 400 di Depok, Jawa Barat, Sabtu. Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti menyebut tantangan pendidikan di Indonesia masih sangat beragam.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk penyelenggara pendidikan swasta, agar setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu.

"Realitas pendidikan di Indonesia ini memang ada sekolah yang megah, ada sekolah yang muridnya banyak, tetapi ada juga beberapa sekolah yang pendaftarnya satu," ujar Abdul Mu'ti.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun pendidikan yang inklusif, saling menguatkan, dan tetap berorientasi pada kualitas pembelajaran.

Karena itu, sekolah swasta dinilai memiliki peran penting dalam mendukung sistem pendidikan nasional. "Saya sering mengatakan jika sekolah swasta adalah mitra pemerintah," tegasnya.

Menurut Abdul Mu'ti, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang menjamin hak setiap warga negara memperoleh pendidikan bermutu.

"Sebagaimana disebutkan di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh sekolah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus membangun karakter peserta didik, tanpa memandang status maupun fasilitas sekolah.

"Apakah sekolah itu sekolah elite atau sekolah yang sederhana, semuanya haruslah sekolah yang bermutu dan sekolah yang memiliki kualitas," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti juga mengapresiasi pendekatan pendidikan yang diterapkan Sekolah Bakti Mulya 400 karena dinilai tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik.

"Kami berterima kasih kepada Bakti Mulya 400 yang telah memberikan model pembelajaran yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa," katanya.

Pemerintah, lanjut Abdul Mu'ti, terus memperkuat ekosistem pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, digitalisasi sekolah, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru guna mewujudkan pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada aspek kognitif semata, melainkan juga harus membentuk integritas, nasionalisme, dan komitmen peserta didik untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

"Pendidikan tidak hanya proses untuk mendidik anak-anak bangsa ini pandai mengerjakan soal atau keterampilan teknokratik, tapi juga harus membentuk integritas, nasionalisme, dan komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Abdul Mu'ti menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia yang kuat dan bermartabat.

"Presiden Prabowo Subianto berkali-kali menegaskan pentingnya Indonesia memiliki generasi yang unggul, generasi yang kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang bermartabat. Pilihannya adalah pendidikan yang berkualitas," pungkasnya.

Sementara itu, CEO Bakti Mulya 400, Sutrisno Muslimin mengatakan sekolah yang dipimpinnya dirancang untuk membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter dan jati diri kebangsaan. "Ada tiga capaian besar BM 400 yaitu membentuk generasi religius, nasionalis, dan internasionalis," ujarnya.

Menurut Sutrisno, nilai religius diwujudkan melalui pembentukan akhlak, integritas, kejujuran, disiplin, dan empati dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Sementara nilai nasionalisme ditanamkan agar siswa memiliki kesadaran untuk mencintai dan berkontribusi bagi Indonesia.

"Nasionalis di Bakti Mulya 400 adalah kesadaran bahwa pendidikan bertujuan menyiapkan generasi yang mencintai, memahami dan berkontribusi bagi Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, dimensi internasional dipahami sebagai kesiapan menjadi warga dunia tanpa kehilangan identitas bangsa. "Internasionalis bukan berarti kebarat-baratan tetapi kesiapan untuk menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati diri," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Revitalisasi Sekolah untuk Memuliakan Murid
Pemerintah Bangun 1.008 Ruang Praktik Siswa untuk Perkuat Pendidikan Vokasi
Kemendikdasmen Dorong Budaya Literasi Anak lewat Lokakarya Membaca Nyaring
Kemendikdasmen, Kemendagri dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026
komentar
beritaTerbaru