Senin, 07 September 2026

Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Swasta Mitra Strategis Pemerintah dalam Pendidikan Bermutu

Rabu, 27 Mei 2026 14:00 WIB
Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Swasta Mitra Strategis Pemerintah dalam Pendidikan Bermutu
Mendikdasmen Abdul Mu'ti didampingi lainnya meresmikan Sekolah Bakti Mulya 400 di Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026).
"Kami berterima kasih kepada Bakti Mulya 400 yang telah memberikan model pembelajaran yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa," katanya.

Pemerintah, lanjut Abdul Mu'ti, terus memperkuat ekosistem pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, digitalisasi sekolah, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru guna mewujudkan pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada aspek kognitif semata, melainkan juga harus membentuk integritas, nasionalisme, dan komitmen peserta didik untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

"Pendidikan tidak hanya proses untuk mendidik anak-anak bangsa ini pandai mengerjakan soal atau keterampilan teknokratik, tapi juga harus membentuk integritas, nasionalisme, dan komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Abdul Mu'ti menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia yang kuat dan bermartabat.

"Presiden Prabowo Subianto berkali-kali menegaskan pentingnya Indonesia memiliki generasi yang unggul, generasi yang kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang bermartabat. Pilihannya adalah pendidikan yang berkualitas," pungkasnya.

Sementara itu, CEO Bakti Mulya 400, Sutrisno Muslimin mengatakan sekolah yang dipimpinnya dirancang untuk membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter dan jati diri kebangsaan. "Ada tiga capaian besar BM 400 yaitu membentuk generasi religius, nasionalis, dan internasionalis," ujarnya.

Menurut Sutrisno, nilai religius diwujudkan melalui pembentukan akhlak, integritas, kejujuran, disiplin, dan empati dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Sementara nilai nasionalisme ditanamkan agar siswa memiliki kesadaran untuk mencintai dan berkontribusi bagi Indonesia.

"Nasionalis di Bakti Mulya 400 adalah kesadaran bahwa pendidikan bertujuan menyiapkan generasi yang mencintai, memahami dan berkontribusi bagi Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, dimensi internasional dipahami sebagai kesiapan menjadi warga dunia tanpa kehilangan identitas bangsa. "Internasionalis bukan berarti kebarat-baratan tetapi kesiapan untuk menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati diri," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM untuk Bentuk Generasi Kritis dan Kreatif
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
50 Guru SMK Magang di Jerman, Bawa Teknologi Industri ke Sekolah
4.021 Lulusan LKP Indonesia Dilepas Bekerja ke 11 Negara
Siswa Tokyo Kenal STEM dan Budaya Indonesia Lewat Program Pertukaran Pelajar
Kemendikdasmen: Hampir 80 Persen Kebutuhan Kepala Sekolah Telah Terpenuhi
komentar
beritaTerbaru