Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bogor memfasilitasi sebanyak 544 peserta didik untuk mengikuti program pendidikan gratis melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Dilansir dari laman Jabarprov, Wakil Wali Kota
Bogor Jenal Mutaqin mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko
Bogor dalam mengentaskan angka putus sekolah sekaligus mewujudkan Kota
Bogor zero putus sekolah. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Gebyar
PKBM di Kantor Kecamatan
Bogor Timur, Jalan Raya Pajajaran, Rabu.
Menurut Jenal, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan program Bogor Cerdas guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, angka putus sekolah di Kota
Bogor saat ini masih cukup tinggi dan mencapai sekitar 10 ribu anak. Namun, data tersebut masih dalam proses verifikasi bersama pusat data dan pemerintah wilayah.
"Melalui kegiatan ini kita coba angkat para PKBM untuk berkolaborasi memberikan solusi pendidikan bagi masyarakat," ujarnya.
Jenal memastikan seluruh peserta didik yang diterima dapat mengikuti pendidikan secara gratis hingga memperoleh ijazah, selama masih berada dalam usia produktif sekolah di bawah 24 tahun. "Sebanyak 544 murid hari ini diterima untuk daftar ke
PKBM dan dipastikan gratis sampai dapat ijazah," tegasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh PKBM yang telah mendukung program pendidikan Pemko Bogor melalui kolaborasi lintas sektor. "Membangun sebuah kota tidak bisa sendiri, butuh kolaborasi semua pihak agar Bogor lebih maju dan lebih beres," katanya.
Sementara itu, Camat
Bogor Timur Uay Sutiawan menjelaskan bahwa program tersebut diperuntukkan bagi warga belajar putus sekolah maupun yang belum pernah sekolah melalui Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
Selain itu, peserta didik juga diberikan kebebasan memilih PKBM yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal agar lebih mudah mengakses pendidikan. "Kami memastikan dari awal sampai akhir pendidikan ini gratis bagi warga yang masih berada dalam usia sekolah," ujar Uay. (R)
beritaTerkait
komentar