Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui partisipasi aktif pada Indonesia Economic Summit (IES) in Action 2026 yang digelar di Ballroom C Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menghadiri langsung forum ekonomi berskala internasional tersebut yang mempertemukan pemangku kebijakan, pelaku usaha, hingga investor dari dalam dan luar negeri guna membahas strategi penguatan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Mengusung tema “Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity”, IES 2026 menjadi ruang dialog strategis lintas sektor untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Pada hari pertama, forum menghadirkan sejumlah pembicara dari unsur pemerintahan dan dunia usaha nasional, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu.
Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari arah kebijakan ekonomi nasional, strategi menarik investasi jangka panjang, transformasi industri, penguatan daya saing global, pengembangan ekonomi hijau, hingga pembangunan sumber daya manusia.
IES 2026 diharapkan mampu mendorong diplomasi dan kerja sama ekonomi menjadi proyek nyata yang berdampak langsung, terutama dalam menciptakan lapangan kerja serta mempercepat transisi menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono menilai dialog tersebut penting untuk menyiapkan strategi menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.
Menurutnya, dilansir dari laman Diskominfo Bogor, Indonesia harus fokus membangun kemandirian sesuai visi Asta Cita Presiden dengan memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, serta pembangunan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
“Infrastruktur ini bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah, juga bisa menjadi solusi ketimpangan antarwilayah. Infrastruktur juga bisa membangun sumber daya manusia bangsa melalui sektor pendidikan dan kesehatan, sehingga peningkatan kesejahteraan bisa hidup semakin baik dan layak,” ujarnya.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional tersebut, Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat pembangunan melalui program Bogor Beres dan Bogor Maju yang diterjemahkan dalam berbagai sektor prioritas, seperti Bogor Lancar, Bogor Cerdas, serta Bogor Sehat dan Sejahtera.
Pemkot Bogor juga mencatat tren positif peningkatan investasi dan pertumbuhan dunia usaha, mulai dari pelaku usaha mikro hingga perusahaan besar.
Di sektor infrastruktur, sejumlah proyek pembangunan terus dilanjutkan guna memperkuat konektivitas antarwilayah. Layanan transportasi publik pun diperluas melalui kolaborasi dengan DKI Jakarta lewat rute Transjabodetabek P11 Terminal Baranangsiang–Blok M.
Pada 2026, Pemkot Bogor menyiapkan berbagai rencana strategis lanjutan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar