Sabtu, 10 Oktober 2026

Presiden Prabowo Benahi BUMN, Ratusan Perusahaan Tak Sehat Ditutup

Sabtu, 11 Juli 2026 20:12 WIB
Presiden Prabowo Benahi BUMN, Ratusan Perusahaan Tak Sehat Ditutup
Presiden Prabowo Subianto memberikan kata sambutan saat meresmikan pembangunan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB.

Lombok Barat (buseronline,com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan penguatan industri strategis nasional menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang makmur.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan pembangunan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kesempatan itu, Presiden mengungkapkan bahwa sejumlah BUMN yang selama puluhan tahun mengalami kerugian kini mulai menunjukkan perbaikan kinerja dan berhasil mencatat keuntungan.

"Saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, tahun ini mulai untung," kata Presiden Prabowo.

Presiden juga mengaku terkejut setelah mengetahui jumlah BUMN di Indonesia mencapai 1.077 perusahaan, termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditertibkan karena berpotensi menimbulkan pemborosan dan penyalahgunaan keuangan negara.

Sebagai langkah penataan, pemerintah telah menutup 240 BUMN yang dinilai tidak sehat dan tidak efisien. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 250 perusahaan pada akhir Juli 2026.

"Bulan Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Sampai 31 Desember 2026 akan ditutup sebanyak 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung dan terus merugi," ujarnya.

Menurut Presiden, pembenahan struktur dan efisiensi biaya telah menghasilkan penghematan besar, termasuk dari biaya operasional dan gaji direksi yang nilainya mencapai Rp70 triliun.

Selain membenahi BUMN, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk mempertahankan dan membangkitkan industri strategis nasional. Ia menyebut sejumlah perusahaan strategis yang sebelumnya direncanakan untuk dijual kepada pihak asing kini justru diperkuat.

"Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI mau dijual, kita bangkitkan semua perusahaan itu," tegasnya.

Presiden mencontohkan kemajuan PT PAL yang kini mampu memproduksi kapal perang dan kapal selam, serta PT Pindad yang disebut telah memperoleh kontrak dari Arab Saudi untuk pengadaan senapan dan senapan mesin bagi tentaranya.

Di sektor penerbangan, Presiden juga menyebut kondisi Garuda Indonesia mulai membaik setelah bertahun-tahun mengalami kerugian.

"Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyinggung keberadaan Danantara sebagai dana kedaulatan Indonesia (sovereign wealth fund) yang dibentuk untuk memperkuat pembangunan nasional.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, kita sekarang punya dana kedaulatan sendiri yang namanya Danantara. Dana ini adalah kekuatan ekonomi rakyat Indonesia yang kita jadikan satu," ujar Presiden. (DKI1)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
HUT ke-81 Tapanuli Utara, Bupati JTP Hutabarat Tekankan Pertanian sebagai Penggerak Ekonomi
Presiden Prabowo Panggil Kepala Bakom, Tekankan Komunikasi Pemerintah Harus Dekat dengan Masyarakat
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Hari Jadi ke-81 Taput, Pemkab Dorong Pertanian Berkelanjutan Tanpa Bebani APBD
komentar
beritaTerbaru