Kamis, 13 Agustus 2026

Trump Tegaskan Dukungan untuk Gianni Infantino di Tengah Kontroversi FIFA

Kamis, 13 Agustus 2026 07:45 WIB
Trump Tegaskan Dukungan untuk Gianni Infantino di Tengah Kontroversi FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) menganugerahi Presiden Donald Trump dengan Penghargaan Perdamaian FIFA (FIFA Peace Prize) saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025.

Washington (buseronline.com) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah menghadapi tekanan akibat kontroversi rencana FIFA Forward Enterprise (FFE).

Trump bahkan memperingatkan FIFA agar tidak mengganti Infantino. Menurutnya, pergantian tersebut justru dapat menjadi kesalahan besar bagi organisasi sepak bola dunia.

"FIFA akan melakukan kesalahan fatal jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump melalui media sosial.

Trump juga memuji kepemimpinan Infantino dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ia menilai turnamen tersebut menjadi salah satu Piala Dunia paling sukses dan menguntungkan dalam sejarah.

Dukungan Trump muncul ketika Infantino mendapat sorotan dari sejumlah konfederasi sepak bola terkait rencana pembentukan FFE.

FFE merupakan perusahaan yang dirancang untuk mengelola hak komersial dan penjualan tiket berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Dalam proposalnya, sekitar 20 persen saham perusahaan tersebut direncanakan ditawarkan kepada investor swasta.

Rencana itu mendapat kritik dari UEFA, AFC, dan Concacaf. Ketiga konfederasi tersebut mempertanyakan proses pengambilan keputusan dan menilai konsultasi yang dilakukan FIFA belum memadai.

Salah satu kelompok investor yang disebut dalam rencana FFE adalah Thrive Capital, perusahaan yang didirikan Joshua Kushner. Ia merupakan saudara Jared Kushner, menantu Trump.

Keterkaitan tersebut membuat rencana FFE semakin menjadi perhatian publik, terutama karena menyangkut pengelolaan aset komersial FIFA.

FIFA sebelumnya menjelaskan bahwa FFE bertujuan mengoptimalkan aset komersial sekaligus meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Namun, rencana melibatkan investor swasta menimbulkan kekhawatiran terkait tata kelola serta kontrol FIFA atas aset-aset komersial strategisnya.

Hubungan Infantino dan Trump juga menjadi sorotan. Pada Desember 2025, Infantino memberikan FIFA Peace Prize pertama kepada Trump dalam acara pengundian Piala Dunia 2026 di Washington.

Kini, dukungan Trump menjadi tambahan kekuatan politik bagi Infantino di tengah tekanan dari sejumlah konfederasi.

Meski demikian, tantangan terbesar Infantino tetap berada di internal FIFA, yakni memulihkan kepercayaan dan memastikan proses pengambilan keputusan berlangsung transparan serta akuntabel. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Timnas Indonesia Berpeluang Turunkan Skuad Terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026
Polri Siapkan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Bidik Gelar FIFA ASEAN Cup
FIFA Umumkan Tim Terbaik Piala Dunia 2026, Spanyol dan Prancis Dominasi
FIFA: Leandro Paredes Tidak Pernah Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru