Keterkaitan tersebut membuat rencana FFE semakin menjadi perhatian publik, terutama karena menyangkut pengelolaan aset komersial
FIFA.
FIFA sebelumnya menjelaskan bahwa FFE bertujuan mengoptimalkan aset komersial sekaligus meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia.
Namun, rencana melibatkan investor swasta menimbulkan kekhawatiran terkait tata kelola serta kontrol FIFA atas aset-aset komersial strategisnya.
Hubungan Infantino dan Trump juga menjadi sorotan. Pada Desember 2025, Infantino memberikan
FIFA Peace Prize pertama kepada Trump dalam acara pengundian Piala Dunia 2026 di Washington.
Kini, dukungan Trump menjadi tambahan kekuatan politik bagi Infantino di tengah tekanan dari sejumlah konfederasi.
Meski demikian, tantangan terbesar Infantino tetap berada di internal
FIFA, yakni memulihkan kepercayaan dan memastikan proses pengambilan keputusan berlangsung transparan serta akuntabel. (R)
beritaTerkait
komentar