"
Polri telah memberikan perhatian, penghargaan, serta pengakuan kepada para atlet penyandang
disabilitas melalui pemberian ruang dan kesempatan yang setara," kata Ukun.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja menilai Kapolri Cup menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet bulu tangkis nasional. Ia optimistis kejuaraan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang akan menjadi penerus prestasi Indonesia di masa depan.
Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur. Para juara akan memperoleh sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Selain pertandingan, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan hiburan yang terbuka untuk masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Kapolri Cup 2026, Polri berharap olahraga dapat menjadi media untuk memperkuat persatuan, membangun sportivitas, dan menghadirkan ruang yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk atlet penyandang disabilitas. (R)
beritaTerkait
komentar