Rabu, 12 Agustus 2026

Gubernur Ahmad Luthfi: Mal Baru Bukti Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi

Senin, 15 Juni 2026 17:10 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi: Mal Baru Bukti Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sambutan saat meresmikan 23 Semarang Shopping Center dan menghadiri groundbreaking Hyatt Place di Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026).

Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hadirnya pusat-pusat perbelanjaan baru di sejumlah daerah menjadi bukti bahwa Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi yang menjanjikan di tengah tantangan ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Luthfi saat meresmikan 23 Semarang Shopping Center dan menghadiri groundbreaking Hyatt Place di Kota Semarang, Sabtu. "Di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi," ujar Luthfi dilansir dari laman Jatengprov.

Menurutnya, kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah terus meningkat berkat berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah daerah, mulai dari percepatan perizinan, jaminan keamanan dan ketertiban wilayah, hingga ketersediaan tenaga kerja yang kompeten.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 92 ribu orang. Sementara sepanjang 2025, nilai investasi yang masuk ke Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun.

Luthfi mengatakan, keberadaan kawasan industri yang tersebar di berbagai daerah turut menjadi faktor pendukung masuknya investasi. Saat ini terdapat sekitar tujuh kawasan industri yang beroperasi di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, dan sejumlah wilayah lainnya.

"Jawa Tengah adalah provinsi yang menarik untuk investasi. Maka kami minta bupati dan wali kota untuk membuat kawasan industri," katanya.

Ia menambahkan, 23 Semarang Shopping Center tidak hanya hadir sebagai pusat perbelanjaan modern, tetapi juga mengusung konsep pembangunan berkelanjutan. Mal tersebut telah memanfaatkan energi terbarukan dan menghadirkan urban garden serta ruang terbuka hijau sebagai bagian dari desain bangunannya.

Konsep tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. "Bagi investasi yang menggunakan energi terbarukan kita kenakan insentif pajak, ini baru di Jateng," jelas Luthfi.

Selain mendukung pembangunan berkelanjutan, kehadiran 23 Semarang Shopping Center juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap keberadaan pusat perbelanjaan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.

Dengan terus bertambahnya investasi dan pembangunan berbagai fasilitas ekonomi, Jawa Tengah optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Lahan Tidur 12 Tahun di Banjarnegara Disulap Jadi Lahan Produktif Lewat Revola Jateng Optimis
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng Capai 81 Persen
PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare
Sekolah Rakyat di Jateng Tampung 2.692 Siswa, Jadi Upaya Putus Rantai Kemiskinan
komentar
beritaTerbaru