Minggu, 27 September 2026

Kemenkes Benahi Total Program Internsip Dokter

Minggu, 10 Mei 2026 10:30 WIB
Kemenkes Benahi Total Program Internsip Dokter
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers di ruang dr J Leimena, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pelaksanaan jaga juga wajib berada di bawah supervisi dokter pendamping dan peserta internsip tidak diperbolehkan menggantikan peran dokter organik di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta yang berhalangan menjalani jadwal jaga tidak lagi diwajibkan digantikan peserta lain guna mencegah beban kerja berlebih.

Kemenkes juga memperkuat aspek kesejahteraan peserta dengan memberikan Bantuan Biaya Hidup (BBH), BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, transportasi keberangkatan dan kepulangan, serta dukungan fasilitas tambahan seperti konsumsi jaga dan tempat tinggal sesuai kemampuan daerah dan wahana.

Saat ini, besaran BBH disesuaikan berdasarkan kategori wilayah, mulai dari Rp3,2 juta hingga Rp6,5 juta bagi peserta yang bertugas di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Beberapa pemerintah daerah juga disebut memberikan tambahan insentif di luar BBH.

"Peserta internsip adalah dokter muda yang sedang menjalani proses adaptasi profesi. Karena itu, negara harus hadir memastikan mereka mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta dukungan kesejahteraan yang memadai," ujar Yuli.

Selain pembatasan jam kerja, Kemenkes juga memberikan cuti selama 10 hari tanpa kewajiban penggantian hari selama target kompetensi tercapai.

Penguatan peran dokter pendamping dan Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Provinsi juga dilakukan untuk memantau kesehatan peserta dan melakukan evaluasi rutin.

Tak hanya itu, Kemenkes akan mengembangkan kanal aduan dua arah yang dapat diakses peserta maupun keluarga serta memperkuat sistem evaluasi wahana dan pendamping melalui mekanisme penilaian berbasis rating.

"Kami ingin memastikan setiap peserta internsip memperoleh lingkungan belajar yang suportif, profesional, dan menjunjung keselamatan tenaga kesehatan," tutup Yuli. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Gandeng Kejagung Kawal Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Cegah Dampak Hoaks, Kemenkes Gandeng Lintas Sektor Perkuat Respons
Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan Bertransformasi Menjadi Dampak Nyata
Kemenkes Temukan PM2,5 di Bandara Soekarno-Hatta Masih di Atas Batas Aman
komentar
beritaTerbaru