Sabtu, 11 April 2026

Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga

Sabtu, 11 April 2026 16:05 WIB
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
RSUD Kota Bandung.

Bandung (buseronline.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus memperkuat upaya promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dilansir dari laman Jabarprov, salah satu langkah yang didorong adalah pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh warga.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung Deborah Johana Rattu mengatakan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah serta menekan biaya pengobatan.

"Banyak kasus baru diketahui saat sudah muncul gejala, seperti gangguan penglihatan akibat gula darah tinggi atau tekanan darah yang tidak terkontrol. Padahal, hal-hal tersebut bisa dimitigasi sejak awal," ujarnya dalam talkshow di Radio Sonata, Kamis.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung kini tengah berinvestasi pada layanan promotif dan preventif, termasuk penyediaan alat pemeriksaan kesehatan. Upaya ini diharapkan mampu menekan beban pembiayaan kesehatan di masa depan.

Baca Juga: Cegah Campak, Dinkes Kota Bandung Edukasi Warga dengan Deteksi Dini
Program CKG sendiri terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, tidak terbatas pada peserta BPJS maupun zonasi wilayah. Warga dapat mengakses layanan tersebut di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Selain layanan di fasilitas kesehatan, Dinkes juga menghadirkan program jemput bola ke komunitas. Namun, pemeriksaan yang dilakukan masih bersifat dasar, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah. Untuk pemeriksaan lanjutan seperti EKG, USG, hingga deteksi kanker, masyarakat tetap diarahkan ke fasilitas kesehatan.

Pemko Bandung menargetkan sedikitnya 46 persen dari sekitar 2,5 juta penduduk dapat memanfaatkan layanan ini guna mendukung terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif.

Baca Juga: Dinkes Kota Bandung Dorong Warga Lengkapi Imunisasi Campak
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kasus campak.

Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen kasus campak terjadi pada individu yang belum mendapatkan imunisasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya kembali kasus campak dalam beberapa waktu terakhir.

"Campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga remaja hingga dewasa, terutama jika riwayat imunisasinya tidak lengkap," katanya.

Dadan menambahkan, pencatatan imunisasi kini semakin baik melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta sistem digital seperti SatuSehat, sehingga masyarakat dapat lebih mudah melacak riwayat vaksinasi.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Masih Ada Pekerja PBI Pemerintah, Pemprov Sumut Dorong Perusahaan Patuhi Pendaftaran BPJS
Pemprov Sumut Perluas Akses Kesehatan dan Kembangkan Layanan Regional
Warga Kuala Cangkoi di Pengungsian Terjaga dari Risiko DBD dan Malaria
Silaturahmi dan Doa Bersama, Dinkes Medan Adakan Halalbihalal dan Tepung Tawar Jamaah Haji
Pemkab Rembang Canangkan Program Eliminasi TBC Berbasis Komunitas
Pelatihan BHD di RS Pirngadi, Fokus Tingkatkan Keterampilan SDM
komentar
beritaTerbaru