Selasa, 26 Mei 2026

Pemprov Sumut Perluas Akses Kesehatan dan Kembangkan Layanan Regional

Minggu, 01 Februari 2026 09:00 WIB
Pemprov Sumut Perluas Akses Kesehatan dan Kembangkan Layanan Regional
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis bersama jajaran perangkat daerah dan perwakilan rumah sakit mengikuti konferensi pers pengembangan layanan kesehatan regional di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (29/1/2026). (Dok/Disk
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) tahun 2026 mengembangkan layanan kesehatan regional untuk mengantisipasi lonjakan pasien akibat Program Berobat Gratis (Probis).

Kebijakan ini diharapkan dapat mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat sesuai domisili, sekaligus mencegah penumpukan pasien di sejumlah rumah sakit.

“Sejak Probis diberlakukan tahun lalu, memang terjadi lonjakan pasien di beberapa rumah sakit seperti RS Haji, RS Adam Malik, RS Royal Prima, dan RS Murni Teguh. Rata-rata keterisian tempat tidurnya sudah melebihi 80%,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Kamis.

Hamid menjelaskan, Dinas Kesehatan Sumut bersama Bappelitbang Sumut akan mengembangkan layanan regional, antara lain untuk pantai timur, dataran tinggi, kawasan pariwisata, serta penguatan layanan kesehatan di Kota Medan. Skema ini bertujuan agar pasien tidak terkonsentrasi di rumah sakit tertentu saja.

Selain itu, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Pemprov Sumut mendorong fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas dan klinik agar lebih maksimal dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat. “Kami ingin layanan dasar bisa dipenuhi di FKTP tanpa harus ke rumah sakit,” tambah Hamid.

Hamid juga menegaskan, rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib mematuhi Standar Operasional Pelayanan (SOP). Saat ini terdapat 172 rumah sakit di Sumut yang bekerja sama dengan BPJS, namun pada 2025 lima rumah sakit swasta sempat menerima peringatan pertama terkait pelanggaran SOP.

Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RS Haji Medan, Ridesman Nasution, mengakui lonjakan pasien akibat Probis. “Desember 2025 hingga Januari 2026 tercatat 431 pasien dari 20 kabupaten/kota mengakses layanan Probis. Terbanyak dari Deliserdang, yakni 287 pasien, selebihnya dari Medan, Karo, Labuhanbatu, dan lainnya,” jelasnya.

Sebagai antisipasi, RS Haji Medan menyiapkan peningkatan sarana dan prasarana. Tahun ini, ruang Unit Gawat Darurat (UGD) diperluas, kapasitas rawat inap ditambah 32 ruangan dari total 327, serta ruang ICU anak yang sebelumnya telah ditingkatkan.

RS Haji Medan juga merekrut 12 dokter umum untuk layanan gawat darurat, dan menambah 72 tenaga kesehatan non-dokter. Pemprov Sumut mengalokasikan Rp3,6 M untuk kontrak dokter spesialis tahun 2026, sebagai dukungan penuh terhadap Probis yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Upaya ini mencerminkan komitmen Pemprov Sumut dalam memberikan layanan kesehatan prima, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” pungkas Ridesman. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru