Rabu, 10 Juni 2026

Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional

Rabu, 08 April 2026 17:06 WIB
Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional
Benjamin P Octavianus.

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.

Dalam kegiatan Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin P Octavianus mengungkapkan bahwa situasi TB di Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Ia menyebut, setiap menit dua orang terinfeksi TB dan setiap empat menit satu orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. "Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan," ujarnya.

Indonesia mencatat lebih dari satu juta kasus TB setiap tahunnya, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Sebagai upaya penanganan, pemerintah mendorong deteksi dini secara masif melalui berbagai program, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis yang ditargetkan menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026.

Selain itu, langkah strategis lainnya yang diperkuat meliputi pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TB, serta peningkatan peran masyarakat dan kader kesehatan dalam penanggulangan penyakit ini.

"Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa," tegasnya.

Dukungan global juga terus diperkuat. Perwakilan World Health Organization Indonesia, Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia.

Berdasarkan data, pada 2024 tercatat sekitar 118.000 kematian akibat TB pada orang tanpa HIV dan 8.100 kematian pada orang dengan HIV di Indonesia. "TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan," ujarnya.

WHO juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penanganan TB, seperti masih banyaknya kasus yang belum terdiagnosis, munculnya TB resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Meski demikian, perkembangan inovasi di bidang kesehatan memberikan harapan baru. Saat ini, lebih dari 100 alat diagnostik, 29 jenis obat TB, serta 18 kandidat vaksin tengah dikembangkan secara global. "Ini saatnya bertindak sekarang," tegasnya. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Lemhannas RI Tutup P3N Angkatan XXVII, Cetak Pemimpin Nasional Berintegritas dan Visioner
Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 111 Jakarta
RSCM Kencana Perkuat Layanan Fertilitas, Wamenkes: Yang Dirawat Bukan Hanya Tubuh, Tetapi Harapan
KONI Sumut Matangkan Persiapan Menuju PON 2028 Melalui Empat Program Prioritas
Kementan Pastikan Industri Sawit Tetap Normal, Harga TBS Petani Dijaga
komentar
beritaTerbaru