Selasa, 18 Agustus 2026

BPS: Jawa Barat Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026, Dipicu Turunnya Harga Bahan Pokok

Rabu, 05 Agustus 2026 13:55 WIB
BPS: Jawa Barat Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026, Dipicu Turunnya Harga Bahan Pokok
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati.

Bandung (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat perekonomian daerah mengalami deflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juli 2026.

Dilansir dari laman Jabarprov, penurunan harga sejumlah bahan pokok, seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, hingga daging ayam ras menjadi faktor utama penyebab deflasi.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan turunnya harga komoditas pangan dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan akibat panen raya yang berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, serta wilayah produsen di luar Jawa Barat.

Selain faktor panen raya, penurunan permintaan terhadap daging ayam ras dan telur ayam ras selama masa libur sekolah juga turut menekan harga. Kondisi tersebut terjadi karena Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berjalan selama periode liburan.

"Deflasi juga disebabkan oleh penurunan permintaan daging ayam dan telur ayam ras selama periode libur sekolah karena tidak berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Margaretha saat Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat di Bandung, Senin.

BPS mencatat komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar secara bulanan adalah bawang merah sebesar 0,09 persen, cabai merah 0,07 persen, emas perhiasan 0,07 persen, cabai rawit 0,05 persen, dan telur ayam ras 0,04 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas masih mengalami kenaikan harga dan menjadi penyumbang inflasi pada Juli 2026. Bensin menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar sebesar 0,09 persen, diikuti ketimun 0,02 persen, biaya sekolah dasar 0,02 persen, bawang putih 0,02 persen, serta mobil sebesar 0,01 persen.

Meski mengalami deflasi secara bulanan, Jawa Barat masih mencatat inflasi sebesar 2,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar secara tahunan meliputi emas perhiasan sebesar 0,62 persen, bensin 0,31 persen, minyak goreng 0,16 persen, beras 0,13 persen, dan rokok kretek mesin 0,09 persen.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bupati Tapanuli Utara Ajak Masyarakat Kembangkan Pariwisata Pulau Sibandang
Jawa Barat Pimpin Sementara Perolehan Medali FLS3N Pendidikan Khusus 2026
Dankorbrimob Polri Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat Personel Brimob
Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Peternakan ke Kelompok Ternak di Bandung Barat
Pemko Bandung Usut Tuntas Penebangan 35 Pohon di Empat Lokasi
Kampoeng Rajoet Binong Jati Ubah Botol Plastik Jadi Benang
komentar
beritaTerbaru