Minggu, 04 Oktober 2026

BPS: Jawa Barat Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026, Dipicu Turunnya Harga Bahan Pokok

Rabu, 05 Agustus 2026 13:55 WIB
BPS: Jawa Barat Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026, Dipicu Turunnya Harga Bahan Pokok
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati.
Pada kesempatan yang sama, BPS Jawa Barat juga melaporkan perkembangan perdagangan luar negeri. Selama periode Januari hingga Juni 2026, neraca perdagangan Jawa Barat mencatat surplus sebesar USD13,79 miliar.

Surplus tersebut diperoleh dari nilai ekspor yang mencapai USD19,60 miliar, sementara nilai impor tercatat sebesar USD5,81 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, nilai ekspor Jawa Barat tumbuh 5,11 persen.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Barat dengan nilai USD3,26 miliar, disusul Filipina sebesar USD1,74 miliar dan Jepang sebesar USD1,40 miliar. Ketiga negara tersebut berkontribusi sebesar 32,95 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Barat.

Sementara itu, Tiongkok masih menjadi negara asal impor nonmigas terbesar ke Jawa Barat dengan nilai mencapai USD2,30 miliar atau 41,85 persen dari total impor. Posisi berikutnya ditempati Korea Selatan sebesar USD654,64 juta dan Jepang sebesar USD651,17 juta.

Data tersebut menunjukkan bahwa stabilnya pasokan pangan mampu menekan laju inflasi bulanan di Jawa Barat, sementara kinerja perdagangan internasional tetap mencatatkan hasil positif melalui surplus neraca perdagangan yang cukup besar. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM
Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon
Pemprov Jabar dan OJK Dorong Peternak Ayam Petelur Naik Kelas Lewat Program EGG
Kompolnas Dorong Polri Bongkar Jaringan Sindikat Narkotika
komentar
beritaTerbaru