Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat capaian signifikan dalam mendukung program penguatan gizi nasional melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Januari 2026, sebanyak 1.160 unit SPPG Polri telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia, jauh melampaui target awal sebanyak 100 unit pada Juli 2025.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Menurut Kapolri, dilansir dari laman Humas Polri, keberhasilan ini menjadi wujud komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Hingga saat ini, seluruh SPPG Polri telah beroperasi dengan menerapkan sistem food security yang ketat, melalui uji laboratorium secara berkala. Alhamdulillah, seluruh SPPG mencatatkan zero accident atau nihil insiden keracunan pangan,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri menjelaskan bahwa pengembangan SPPG tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga pada kualitas layanan dan keamanan pangan. Oleh karena itu, Polri akan terus memperluas jangkauan SPPG dengan tetap mengedepankan standar mutu yang tinggi.
Hingga akhir tahun 2026, Polri menargetkan sebanyak 1.500 unit SPPG dapat beroperasi secara penuh di seluruh wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penyedia makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem produksi pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Hal tersebut dilakukan untuk menjamin kesinambungan pasokan bahan pangan sekaligus menjaga kualitas gizi yang disalurkan melalui program MBG.
Sebagai contoh, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Polri mengembangkan 16 unit SPPG dengan konsep terintegrasi. Setiap unit dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti greenhouse untuk budidaya tanaman, kolam bioflok untuk perikanan, kandang ayam untuk penyediaan protein hewani, hingga pabrik pakan mandiri.
Model pengelolaan tersebut juga diperkuat dengan keberadaan gudang sentral yang berfungsi sebagai pusat distribusi bahan pangan antarunit SPPG. Dengan sistem ini, ketersediaan bahan baku dapat terjaga, sekaligus memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan yang telah ditetapkan.
“Dengan sistem terintegrasi ini, kami memastikan setiap makanan yang disalurkan melalui SPPG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkas Kapolri.
Program pengembangan SPPG Polri ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar