Senin, 01 Juni 2026

BBPOM Bagikan Stiker Bebas Zat Berbahaya untuk UMKM Jawa Tengah, Pastikan Keamanan Pangan

Senin, 25 Agustus 2025 12:16 WIB
BBPOM Bagikan Stiker Bebas Zat Berbahaya untuk UMKM Jawa Tengah, Pastikan Keamanan Pangan
Seorang petugas BBPOM di Semarang menyerahkan stiker bebas formalin dan boraks kepada pelaku UMKM dalam acara “Gumregah” di halaman Kantor BBPOM Semarang, Minggu (24/8/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang terus menggencarkan upaya menjaga keamanan pangan dengan memberikan stiker bebas zat berbahaya kepada ratusan pelaku UMKM di Jawa Tengah. Pada Minggu, BBPOM menempelkan stiker bebas formalin dan boraks pada UMKM bakso serta mi di Kota Semarang.

Kepala BBPOM Semarang, Lintang Purba Jaya, menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah ada 400 UMKM berbagai jenis makanan di Jawa Tengah yang menerima stiker tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk jaminan keamanan pangan sekaligus komitmen para pelaku usaha untuk tidak menggunakan bahan berbahaya.

“Kegiatan ini merupakan aksi nyata dari gerakan Gumregah atau Gugah UMKM Resik Saking Bahan Berbahaya,” jelas Lintang di Kantor BBPOM.

Ia menambahkan, pada momen peringatan HUT ke-80 RI dan Provinsi Jawa Tengah, pihaknya membentuk 80 kader keamanan pangan, mendampingi 80 UMKM, serta memberikan stikerisasi pada 80 warung makanan siap saji, seperti mi kopyok, bakmi, mi ayam, dan bakso yang dinyatakan bebas bahan berbahaya di Kota Semarang.

Secara keseluruhan, lanjut Lintang, 600 kader keamanan pangan telah dibentuk di Jawa Tengah. Selain itu, ratusan UMKM mulai dari produsen terasi di Rembang yang kini bebas Rhodamin-B, hingga pengrajin lanting di Kebumen dan Purworejo, sudah menerima stiker bebas zat berbahaya.

Sebelum mendapat stiker, produk pangan terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan tidak mengandung formalin, methanyl yellow, maupun Rhodamin-B. “Setelah hasilnya negatif, dilakukan pengecekan ulang, baru stiker diberikan. Stiker ini menandakan mereka berkomitmen tidak menggunakan bahan berbahaya,” tegas Lintang.

BBPOM juga menegaskan bahwa stiker bukan jaminan permanen. Warung atau UMKM penerima stiker akan tetap diawasi secara berkala. Jika ditemukan penggunaan bahan berbahaya di kemudian hari, stiker bisa dicabut.

Selain menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BBPOM juga melibatkan akademisi untuk memberi masukan terkait bahan pangan yang aman digunakan. Harapannya, UMKM dapat memproduksi makanan berkualitas tanpa bergantung pada zat berbahaya.

“Harapan kami, data UMKM yang sudah bersertifikat stiker ini bisa disampaikan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pariwisata, agar menjadi rujukan kuliner aman dan sehat di Semarang,” tambah Lintang.

Langkah ini disambut positif oleh para pelaku usaha. Dina, pemilik warung nasi goreng dan mi Pak Mien Sentot di Jalan Sukun Raya Nomor 38, mengaku senang usahanya mendapat pengakuan dari BBPOM.

“Senang sekali, soalnya pelanggan jadi tahu kalau mi yang saya jual sudah diuji dan layak konsumsi. Ini bikin lebih dipercaya,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Taqwin Sugi, pemilik Bakso Naruto di Jalan Karangrejo Raya Nomor 26. Ia menilai stiker bebas boraks dan formalin mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Biar orang-orang lebih mantap, karena sudah terjamin aman. Jadi dikonsumsi lebih nyaman dan sehat,” tuturnya.

BBPOM berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam menghadirkan makanan sehat serta memperkuat citra kuliner Jawa Tengah sebagai destinasi kuliner aman dan berkualitas. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
Mendikdasmen Tinjau Persiapan Sekolah Terintegrasi di Teluk Bintuni
Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Menjaga Perdamaian Dunia
PSG Juara Liga Champions 2025/2026 Setelah Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti
komentar
beritaTerbaru