Selasa, 07 April 2026

WHO dan Pemerintah RI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Indonesia Bebas Kusta

EM Bukit MKes - Senin, 14 Juli 2025 07:12 WIB
WHO dan Pemerintah RI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Indonesia Bebas Kusta
WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, menyampaikan sambutan dalam pertemuan nasional penghapusan kusta di Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai fokus utama dalam program global Zero Kusta. Menurutnya, meskipun Indonesia menghadapi tantangan geografis dan budaya, negara ini memiliki potensi besar menjadi contoh bagi dunia dalam penghapusan kusta.

“Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, masing-masing dengan budaya dan sejarahnya sendiri. Itu menjadi tantangan tersendiri, tapi juga peluang besar. Kami sangat bersyukur dengan keterlibatan aktif Menteri Kesehatan yang mencoba membawa semangat Zero Kusta dengan pendekatan yang inovatif,” ujar Sasakawa, seperti dilansir dari laman Kemenkes.

Ia menyoroti bahwa dibandingkan penyakit menular lain seperti TB, malaria, dan HIV/AIDS, kusta kerap kali terpinggirkan karena jumlah penderitanya relatif kecil. Namun, kusta memiliki dampak sosial yang jauh lebih dalam.

“Banyak Menteri Kesehatan memprioritaskan penyakit dengan angka kasus tinggi. Padahal kusta, meski angkanya lebih kecil, menyimpan masalah besar: stigma dan diskriminasi. Bahkan setelah sembuh, orang masih disebut sebagai pasien kusta. Tidak ada istilah mantan pasien TB atau malaria, tapi itu masih terjadi pada kusta,” tegas Sasakawa.

Ia menyebut bahwa kusta adalah satu-satunya penyakit yang disebutkan dalam kitab suci seperti Alkitab, yang membuatnya memiliki beban sosial dan stigma historis yang berat. Oleh karena itu, Sasakawa telah mendedikasikan lebih dari 50 tahun hidupnya untuk perjuangan menghapus kusta dan diskriminasinya.

Untuk mengatasi tantangan ini, Sasakawa mendorong pendekatan yang melibatkan berbagai sektor, khususnya pendidikan dan tokoh agama.

“Menteri Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah-sekolah harus berperan dalam mendeteksi dini lesi kulit pada anak-anak. Dan pemimpin agama, dari berbagai keyakinan, punya peran penting menghapus stigma,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berdialog langsung dengan Paus di Vatikan dan terus berupaya menjalin komunikasi dengan pemimpin agama Islam untuk membangun kolaborasi lintas iman demi pemulihan martabat para penyintas kusta.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin juga menegaskan pentingnya edukasi dan penghapusan stigma dalam menangani kusta. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sampang, Madura, yang menjadi salah satu wilayah dengan kasus kusta tertinggi di Indonesia, Menkes menyampaikan pesan kuat kepada masyarakat.

“Kusta bukan kutukan, bukan hukuman dari Tuhan. Ini adalah penyakit menular yang bisa disembuhkan total. Kalau ditemukan cepat, enam bulan pengobatan bisa membuat pasien sembuh dan tidak mengalami kecacatan,” ujar Menkes Budi saat berdialog dengan warga.

Ia juga menyayangkan praktik lama yang masih memisahkan penderita dalam komunitas khusus atau “kampung kusta”. “Itu sudah tidak tepat. Setelah satu bulan pengobatan, pasien kusta sudah tidak menular. Tidak ada alasan untuk mengucilkan mereka,” tegasnya.

Kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di beberapa wilayah Indonesia. Banyak pasien yang terlambat berobat karena rasa malu dan stigma, hingga berujung pada kecacatan yang sebenarnya dapat dicegah.

Karena itu, upaya eliminasi kusta tidak hanya menargetkan aspek medis, tetapi juga aspek sosial, budaya, dan spiritual, dengan pendekatan lintas sektor dan lintas agama.

Dengan dukungan global dan komitmen nasional yang kuat, Indonesia diharapkan dapat mencapai target Zero Kusta dan menjadi model bagi negara-negara lain dalam penghapusan penyakit yang selama ini dianggap sebagai "penyakit tak terlihat" ini. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Irwil V Itwasum Polri Tinjau Mapolsek Kamuu Pasca Penyerangan OTK
Dirkamsel Korlantas Tekankan Integritas dan Ketelitian dalam Apel Pagi NTMC
Polantas Menyapa di Wajo, Dirgakkum Korlantas Polri Serap Aspirasi Driver Ojol
Tersangka DPO 7 Tahun Diproses Hukum di Jayapura
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
komentar
beritaTerbaru