Sabtu, 07 November 2026

Speling Jateng Jangkau 1.660 Desa, Layani Lebih dari 133 Ribu Warga

Sabtu, 07 November 2026 11:55 WIB
Speling Jateng Jangkau 1.660 Desa, Layani Lebih dari 133 Ribu Warga
Pemprov Jateng terus memperluas akses pelayanan kesehatan melalui program Dokter Speling. Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Kamis (5/11/2026).

Sragen (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperluas akses pelayanan kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Dilansir dari laman Jatengprov, hingga Oktober 2026, program yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen tersebut telah dilaksanakan sebanyak 1.827 kali di 1.660 desa dengan sasaran 133.132 jiwa.

Program Speling menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kesehatan spesialis kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah pelosok yang selama ini memiliki keterbatasan akses untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis.

Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada 5 November 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pelayanan pemeriksaan dari sejumlah dokter spesialis, mulai dari spesialis paru, anak, penyakit dalam, kandungan hingga kejiwaan.

Dokter Hayu, spesialis paru dari Balkesmas Ambarawa, mengatakan Speling memberikan kesempatan kepada tenaga medis untuk menjangkau masyarakat secara langsung sekaligus mendeteksi penyakit yang berpotensi serius.

Menurutnya, sejumlah pasien ditemukan memiliki indikasi penyakit serius meskipun keluhan yang dirasakan tergolong ringan.

"Tadi saya temukan beberapa kasus yang keluhannya tidak terlalu berat, tetapi dari hasil rontgen mengarah ke penyakit serius. Kalau menunggu pasien datang ke rumah sakit, belum tentu mereka datang dan mendapatkan rujukan," ujarnya.

Dia berharap program Speling semakin sering dilaksanakan dan dapat menjadi percontohan bagi provinsi lain di Indonesia. Deteksi penyakit sejak dini dinilai dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Hal senada disampaikan dokter Rahmat Nugroho, spesialis penyakit dalam dari RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. Dia mengaku telah 10 kali terlibat dalam kegiatan Speling.

Menurut Rahmat, program tersebut memiliki keunggulan karena memungkinkan dokter spesialis bertemu langsung dengan masyarakat tanpa harus menunggu pasien datang ke rumah sakit. "Speling ini program satu-satunya di Indonesia, di mana dokter spesialis bertemu langsung dengan masyarakat," katanya.

Dia mencontohkan, melalui pemeriksaan Speling, pasien yang tidak memiliki keluhan dapat diketahui mengalami tekanan darah tinggi maupun gangguan kadar gula darah. Pasien selanjutnya dapat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan hingga kondisinya stabil.

Program tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sodik, warga Desa Gemantar, mengaku sangat terbantu karena dapat memeriksakan kesehatannya tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Selama ini, dia kerap mengalami sesak napas ketika terlalu lelah. Kehadiran layanan dokter spesialis di desanya membuatnya lebih mudah mendapatkan pemeriksaan.

"Kalau biasanya ke Jajar, Solo, jauh satu setengah jam. Kalau di sini hanya dua kilometer saja. Alhamdulillah, bisa membantu kami, warga kalangan bawah," ungkapnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, program Speling disinergikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jelang Nataru 2026-2027, Gubernur Jateng Perkuat Satgas Pengendalian Harga Pangan
99,3 Persen PAUD di Jawa Tengah Dikelola Masyarakat, Pemprov Dorong Pemerataan Pendidikan
Pemprov Jateng Perkuat Pengendalian Inflasi, Hampir 2.000 Operasi Pasar Digelar
Polri Nonaktifkan Empat Personel Usai Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo
Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Diganti Saat Propam Lakukan Pemeriksaan
Ahmad Luthfi Tampung Aspirasi Buruh dan Pengusaha, Bahas UMP-UMK Jawa Tengah 2027
komentar
beritaTerbaru