Jumat, 06 November 2026

99,3 Persen PAUD di Jawa Tengah Dikelola Masyarakat, Pemprov Dorong Pemerataan Pendidikan

Jumat, 06 November 2026 14:20 WIB
99,3 Persen PAUD di Jawa Tengah Dikelola Masyarakat, Pemprov Dorong Pemerataan Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin saat membuka Sosialisasi PAUD Emas secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (5/11/2026).

Semarang (buseronline.com) - Sebanyak 99,3 persen dari total 27.700 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jawa Tengah dikelola oleh masyarakat.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kondisi ini menunjukkan tingginya kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin saat membuka Sosialisasi PAUD Emas secara daring melalui Zoom Meeting, pada 5 November 2026. Sadimin mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam penyediaan layanan PAUD.

Berbagai unsur masyarakat, seperti kader PKK, kader Posyandu, anggota majelis taklim, pengurus rukun warga (RW), hingga organisasi keagamaan turut berperan sebagai penggerak pendidikan anak usia dini.

"Dari sekitar 27.700 satuan PAUD di Jateng, hanya 214 satuan atau sekitar 0,7 persen yang berstatus negeri. Sementara 99,3 persen lainnya merupakan PAUD yang diselenggarakan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 27.700 satuan PAUD di Jawa Tengah, terdiri atas 14.432 Taman Kanak-Kanak (TK), 9.943 Kelompok Bermain (KB), 559 Taman Penitipan Anak (TPA), serta 2.766 Satuan PAUD Sejenis (SPS). Layanan tersebut didukung oleh 57.805 pendidik dan telah menjangkau 906.809 peserta didik.

Namun, Sadimin mengakui penyelenggaraan PAUD berbasis masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama di wilayah pedesaan dan daerah pedalaman. Persoalan tersebut meliputi minimnya tenaga pendidik, rendahnya penghasilan, terbatasnya jumlah peserta didik, hingga belum memadainya fasilitas pembelajaran.

Bahkan, terdapat lembaga PAUD yang hanya memiliki satu orang pendidik dengan penghasilan ratusan ribu rupiah per bulan. Beberapa lembaga lainnya hanya memiliki kurang dari 12 peserta didik dan belum mempunyai tempat belajar yang layak.

"Ini menunjukkan adanya tekad dan semangat yang kuat dari para pendidik dan masyarakat dalam menyediakan layanan PAUD, agar anak-anak usia 0 sampai 6 tahun di lingkungannya tetap mendapatkan pendidikan," ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, jumlah penduduk Jawa Tengah berusia nol hingga enam tahun mencapai 3.613.903 jiwa. Sementara jumlah peserta didik PAUD sebanyak 906.809 anak atau baru sekitar 25 persen dari total populasi kelompok usia tersebut.

Adapun Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD Jawa Tengah mencapai 99,37 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 88,38 persen. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD tercatat sebesar 52,39 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan berada di atas capaian nasional.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Perkuat Pengendalian Inflasi, Hampir 2.000 Operasi Pasar Digelar
Polri Nonaktifkan Empat Personel Usai Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo
Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Diganti Saat Propam Lakukan Pemeriksaan
Ahmad Luthfi Tampung Aspirasi Buruh dan Pengusaha, Bahas UMP-UMK Jawa Tengah 2027
Jawa Tengah Bidik Investasi Rp9,7 Triliun dari Investor Vietnam dan Tiongkok
20.521 Posyandu di Jawa Tengah Terapkan Enam SPM, Nawal Yasin Tekankan Pelayanan Berdampak bagi Masyarakat
komentar
beritaTerbaru