Sabtu, 31 Oktober 2026

BPJS Kesehatan Apresiasi Layanan Cath Lab RSUD dr R Soetrasno, Layani 111 Tindakan Diagnostik Jantung

Sabtu, 31 Oktober 2026 14:55 WIB
BPJS Kesehatan Apresiasi Layanan Cath Lab RSUD dr R Soetrasno, Layani 111 Tindakan Diagnostik Jantung
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat melakukan monitoring dan evaluasi dengan meninjau langsung ruang tindakan Cath Lab RSUD dr R Soetrasno, Kamis (29/10/2026).

Rembang (buseronline.com) - Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengapresiasi pengembangan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD dr R Soetrasno, Kabupaten Rembang.

Dilansir dari laman Jatengprov, fasilitas kateterisasi jantung tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas, khususnya bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Apresiasi tersebut disampaikan Prihati saat melakukan monitoring dan evaluasi dengan meninjau langsung ruang tindakan Cath Lab RSUD dr R Soetrasno, pada 29 Oktober 2026.

Prihati mengatakan, keberadaan fasilitas kateterisasi jantung yang dibangun menggunakan anggaran APBD merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, operasional layanan intervensi jantung harus dilaksanakan sesuai pedoman dan standar pelayanan yang berlaku. Seluruh tahapan penanganan pasien harus dijalankan secara profesional agar pelayanan yang diberikan aman, berkualitas, dan tepat sasaran.

Sebelum layanan beroperasi, sejumlah pemangku kepentingan telah menyepakati kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), yang melibatkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta tenaga medis spesialis terkait.

"Semua pihak berkumpul dan menandatangani kesepakatan untuk memberikan pelayanan sesuai pedoman yang berlaku. Jangan ada yang dilonggarkan dan jangan ada tahapan yang diloncati," tegasnya.

Ia mengungkapkan, sejak mulai beroperasi pada Juni 2026, layanan intervensi jantung RSUD dr R Soetrasno telah menangani 111 layanan diagnostik dan melakukan 95 pemasangan stent pada pembuluh darah jantung.

Capaian tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, terutama pasien yang mengalami serangan jantung dan membutuhkan penanganan medis segera.

Prihati menjelaskan, kecepatan penanganan penyakit jantung tidak hanya berpengaruh terhadap keselamatan pasien, tetapi juga keberlangsungan ekonomi keluarga. Sebab, pasien yang mengalami serangan jantung berisiko mengalami komplikasi serius hingga meninggal dunia apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

"Layanan ini membantu menyelamatkan nyawa peserta BPJS, khususnya masyarakat Rembang yang mengalami serangan jantung. Terutama mereka yang masih berada pada usia produktif," jelasnya.

Prihati juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rembang Harno beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap pengembangan RSUD dr R Soetrasno sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap.

Sementara itu, Bupati Rembang Harno berharap evaluasi yang dilakukan BPJS Kesehatan dapat mendorong peningkatan mutu pelayanan sekaligus memperluas jenis layanan kesehatan yang ditanggung program JKN.

"Kami berharap Rembang bisa semakin baik, terutama untuk beberapa layanan yang belum bisa masuk dalam kategori yang ditanggung BPJS, seperti layanan saraf, BSA, dan lainnya. Mudah-mudahan hal ini bisa dipikirkan agar dapat ditanggung BPJS, sehingga mengurangi beban masyarakat," ungkap Harno.

Harno menambahkan, keberadaan layanan Cath Lab menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian pelayanan kesehatan di Kabupaten Rembang.

Jika sebelumnya pasien dengan penyakit jantung harus dirujuk ke Kudus untuk mendapatkan penanganan, kini sebagian tindakan medis sudah dapat dilakukan di RSUD dr R Soetrasno.

Bahkan, fasilitas tersebut berpotensi memperkuat posisi RSUD dr R Soetrasno sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat dari daerah sekitar, termasuk Kabupaten Blora dan wilayah Cepu.

Dengan demikian, pengembangan layanan kateterisasi jantung diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mengurangi beban masyarakat akibat kebutuhan rujukan ke luar daerah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jabar Gandeng 86 Rumah Sakit, Warga Tanpa BPJS Tetap Bisa Berobat
Bandung Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi Sistem JKN
Gubernur Sumut Apresiasi Cek Kesehatan Gratis bagi Mitra Gojek, Dorong Perlindungan BPJS Diperluas
Pemko Medan Siap Bantu RS Vina Estetika Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
RSUD Cabangbungin Terpilih Jadi Rumah Sakit Pengembang Dokumen Klaim Elektronik SATUSEHAT
Pemkab Bekasi Perpanjang Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan untuk Pertahankan UHC 99,6 Persen
komentar
beritaTerbaru