Senin, 21 September 2026

Cegah Dampak Hoaks, Kemenkes Gandeng Lintas Sektor Perkuat Respons

Senin, 21 September 2026 13:55 WIB
Cegah Dampak Hoaks, Kemenkes Gandeng Lintas Sektor Perkuat Respons
Kemenkes RI bersama sejumlah mitra lintas sektor meluncurkan Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Rizky menambahkan, peningkatan literasi digital dan literasi kesehatan masyarakat tetap diperlukan di tengah tingginya penetrasi internet di Indonesia.

Berdasarkan Survei Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026, penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72 persen.

Sementara itu, Aqueelah Johnson, Pelaksana Tugas Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, menyatakan penyebaran hoaks merupakan persoalan global yang dihadapi banyak negara.

Menurutnya, hoaks kesehatan tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Pemerintah Amerika Serikat melalui proyek Global Health Security yang dikelola Department of State menyambut baik kolaborasi penanganan hoaks kesehatan di Indonesia.

"Peluncuran Playbook hari ini membekali jejaring komunikator kesehatan Indonesia dengan sumber yang andal dan terpercaya. Amerika Serikat senang dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam isu penting ini," kata Aqueelah.

Melalui Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan, pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan memiliki mekanisme bersama untuk mendeteksi, memverifikasi, dan merespons hoaks kesehatan secara cepat, akurat, dan terkoordinasi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan Bertransformasi Menjadi Dampak Nyata
Kemenkes Temukan PM2,5 di Bandara Soekarno-Hatta Masih di Atas Batas Aman
Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Berjalan, KIPI Siswi di Karo Dinyatakan Koinsiden
Kemenkes Siagakan 413 Rumah Sakit dan 830 Puskesmas Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
komentar
beritaTerbaru