Minggu, 20 September 2026

Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG

Minggu, 20 September 2026 18:10 WIB
Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono saat menghadiri Kick-off BKGN 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan sebanyak 41 persen anak sekolah yang menjalani pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang.

Dilansir dari laman Kemkes, temuan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono saat menghadiri Kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, pada 17 September 2026.

Dante mengatakan, pemeriksaan gigi menjadi salah satu prioritas dalam program CKG. Tingginya angka karies pada anak sekolah menunjukkan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif sejak usia dini.

"Berita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam program Cek Kesehatan Gratis. Namun, kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan CKG anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41 persen anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies," ujar Dante.

Menurutnya, masalah kesehatan gigi tidak seharusnya baru ditangani ketika anak sudah mengalami sakit. Pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan diperlukan untuk mendeteksi gangguan sejak dini.

"Intervensi kesehatan gigi yang paling tepat adalah melalui promotif dan preventif, bukan menunggu sakit kemudian mengobatinya," katanya.

Dante menilai sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Fasilitas dan kegiatan seperti UKS, dokter kecil, pramuka, serta kegiatan edukasi lainnya dapat dimanfaatkan untuk menanamkan perilaku hidup sehat kepada siswa.

Sekolah juga didorong memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar, pemilihan makanan yang baik untuk kesehatan gigi, serta penggunaan pasta gigi berfluoride. Para siswa bahkan dapat dilibatkan sebagai "detektif gigi berlubang" untuk membantu mengenali tanda-tanda masalah gigi di lingkungan sekolah.

Selain pemeriksaan rutin, Dante mengingatkan masyarakat untuk membiasakan anak menyikat gigi pada waktu yang tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

"Kebiasaan sederhana tersebut perlu dibangun sejak anak-anak agar menjadi bagian dari perilaku hidup sehat."

BKGN 2026 mengusung tema "Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat" dengan subtema "Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut."

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kemenkes RI, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta sejumlah mitra swasta.

Wakil Ketua PB PDGI, drg. Tari Tritarayati, mengatakan BKGN telah menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak pertama kali dilaksanakan pada 2010.

"Kami ingin memperkuat upaya promotif dan preventif agar kepedulian terhadap kesehatan gigi tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi," ujar Tari.

Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Kick-off BKGN 2026 di SDN Menteng 01 diisi dengan edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, serta praktik menyikat gigi bersama para siswa. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan Bertransformasi Menjadi Dampak Nyata
Kemenkes Temukan PM2,5 di Bandara Soekarno-Hatta Masih di Atas Batas Aman
Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Berjalan, KIPI Siswi di Karo Dinyatakan Koinsiden
Kemenkes Siagakan 413 Rumah Sakit dan 830 Puskesmas Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kemenkes Kerahkan 160 Tenaga Kesehatan untuk Pulihkan Kesehatan Warga Terdampak Gempa NTT
komentar
beritaTerbaru