Selasa, 20 Oktober 2026

Pemko Bandung Perluas Akses Layanan Kesehatan, Puskesmas Hadir Lebih Dekat dengan Warga

Jumat, 04 September 2026 11:45 WIB
Pemko Bandung Perluas Akses Layanan Kesehatan, Puskesmas Hadir Lebih Dekat dengan Warga
Puskesmas untuk Semua memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama mengakses layanan kesehatan.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dengan memperluas akses layanan melalui puskesmas.

Dilansir dari laman Jabarprov, langkah ini dilakukan agar seluruh warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, berkualitas, dan mudah dijangkau.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung Ira Dewi Jani mengatakan upaya tersebut diwujudkan melalui konsep Puskesmas untuk Semua yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikan Ira dalam Sonata Talkshow, pada 2 September 2026.

Menurut Ira, keberadaan puskesmas tidak semestinya hanya diingat ketika masyarakat sedang sakit. Puskesmas juga harus menjadi tempat masyarakat melakukan pemeriksaan dan menjaga kondisi kesehatan secara rutin.

"Puskesmas untuk semua itu ingin memastikan semua masyarakat Kota Bandung memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengakses layanan kesehatan. Jadi bukan hanya datang ke puskesmas ketika sakit, tetapi bagaimana masyarakat mengingat puskesmas untuk menjaga dan mengecek kondisi kesehatannya," jelas Ira.

Ia menyebutkan, saat ini puskesmas menjalankan lima upaya kesehatan, yakni promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Pelayanan tersebut menggunakan pendekatan siklus hidup, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

Untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemko Bandung juga mengembangkan layanan kesehatan di berbagai tempat, seperti sekolah, tempat kerja, tempat usaha, komunitas masyarakat, puskesmas keliling, dan posyandu.

Puskesmas keliling menjadi salah satu solusi bagi warga yang terkendala waktu, jarak, maupun transportasi. "Kalau masyarakat tidak bisa datang ke puskesmas karena masalah waktu atau lokasi, kita yang datang melalui mekanisme puskesmas keliling," ujar Ira.

Selain pelayanan kesehatan fisik, Pemko Bandung turut memperkuat layanan kesehatan mental. Psikolog klinis telah tersedia di 12 Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas.

Pemko Bandung juga meluncurkan Bandung Utama Bagja Sararea (Bangbara) pada 25 Juni 2026. Program tersebut ditujukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses konseling psikologis profesional.

Di sisi lain, Kota Bandung memiliki dua puskesmas yang memberikan pelayanan selama 24 jam, yakni Puskesmas Ibrahim Aji dan Puskesmas Garuda.

Layanan rawat jalan juga tersedia hingga malam hari bagi masyarakat yang kesulitan mengakses pelayanan pada jam kerja. Sementara pelayanan kegawatdaruratan tertentu dapat diberikan selama 24 jam sesuai kapasitas fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah Sumantri, menilai peningkatan kualitas pelayanan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas.

"Kepercayaan itu muncul dari pengalaman. Masyarakat tentu ingin datang ke puskesmas, disambut dengan baik, dilayani dengan cepat, didengarkan keluhannya, diperiksa secara profesional, dan mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami," kata Agung.

Ia menegaskan, pembangunan fasilitas kesehatan harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia, ketersediaan peralatan medis dan obat-obatan, serta peningkatan aksesibilitas pelayanan.

"Jangan sampai kita memiliki gedung puskesmas yang bagus, tetapi masyarakat masih menghadapi antrean yang panjang atau obat yang tidak tersedia. Prinsipnya, gedung diperbaiki, alat dilengkapi, tetapi SDM juga diperkuat dan pelayanan harus semakin baik," tuturnya.

Agung menambahkan, seluruh masyarakat Kota Bandung memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa membedakan wilayah tempat tinggal.

Sementara itu, Ira menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan kesehatan melalui penguatan skrining berdasarkan usia dan faktor risiko. Dengan demikian, berbagai persoalan kesehatan dapat ditemukan dan ditangani lebih awal.

"Paradigmanya harus berubah. Puskesmas itu benar-benar dekat dengan masyarakat, tidak hanya pada saat sakit, tetapi pada saat sehat pun untuk mengecek atau melihat kondisi kesehatan," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Perketat Pengawasan Restoran dan SPPG
Pemko Bandung Gencarkan Skrining HIV Sukarela, Perkuat Peran Masyarakat
Pemko Bandung Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Perluas Peluang Kerja di Luar Negeri
Wabup Lantik 12 Pejabat Pemkab Taput, dr Tiurma Sinaga Kembali Menjadi Kapus Siborong-borong
Wali Kota Medan Tinjau Pembangunan Puskesmas Rengas Pulau, Target 31 Puskesmas Rampung Akhir Tahun
Rico Waas Pastikan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Tepat Waktu
komentar
beritaTerbaru