Jakarta (buseronline) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke lingkungan perkantoran dengan intensitas kerja tinggi.
Dilansir dari laman Kemkes, sebanyak 235 pegawai Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mengikuti pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Selasa.
Program hasil kolaborasi Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, dan Puskesmas Kecamatan Gambir tersebut menyasar tenaga profesional dan aparatur negara yang memiliki ritme kerja tinggi serta berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat tekanan pekerjaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala di lingkungan kerja menjadi langkah penting dalam mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.
"Pegawai yang sehat adalah modal utama sebuah institusi. Lewat CKG, kita ingin memastikan tidak ada penyakit yang ditemukan saat kondisi sudah parah. Deteksi dini itu murah, bahkan gratis. Yang mahal itu jika terlambat tahu," ujar Kunta.
Kepala Sekretariat Bakom RI Kreestianawati menjelaskan peserta CKG terdiri atas 157 tenaga profesional, 31 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 47 tenaga sosial. Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 peserta merupakan laki-laki dan 67 perempuan.
Pemeriksaan yang diberikan mencakup pengukuran status gizi (antropometri), pemeriksaan tekanan darah, gula darah, mata, telinga, gigi dan mulut, serta skrining tuberkulosis (TBC) dan penyakit kulit.
Khusus bagi peserta perempuan, disediakan pula layanan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim.
"Harapan kami sederhana, pegawai mengetahui kondisi kesehatannya, menyadari pentingnya pemeriksaan berkala, dan menjadikan cek kesehatan sebagai kebiasaan setiap tahun. Pegawai yang sehat tentu akan meningkatkan produktivitas kerja," kata Kreestianawati.
Sementara itu, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengapresiasi pelaksanaan program CKG di lingkungan kerjanya. Menurutnya, tingginya mobilitas dan jam kerja dalam pengelolaan komunikasi pemerintah membuat pemeriksaan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi para pegawai.
"Sebagai lembaga yang bertugas mengelola komunikasi pemerintah, kami memahami ritme kerja yang sangat padat. CKG merupakan bentuk kepedulian lembaga terhadap aset paling berharga, yaitu para pegawai," ujar Qodari.
Ia menambahkan, Bakom RI turut mendukung penguatan Program CKG yang menjadi salah satu prioritas Presiden dalam Asta Cita ke-4 melalui produksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan.
Hingga akhir Juli 2026, Kemenkes mencatat sebanyak 73,8 juta penduduk telah memanfaatkan layanan CKG, melanjutkan capaian 70,3 juta peserta sepanjang 2025. Pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau 130 juta penduduk atau sekitar 46 persen populasi Indonesia pada akhir 2026.
beritaTerkait
komentar