Kendal (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak di SMP IT Rabbani, Kamis, sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan remaja di daerah tersebut.
Bupati Kendal Hj Dyah Kartika Permanasari SE MM mengatakan remaja putri menjadi perhatian khusus dalam program tersebut karena rentan mengalami anemia akibat pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan melewatkan sarapan, serta kurangnya kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah.
Menurutnya, kondisi anemia yang dibiarkan dapat berdampak pada penurunan prestasi akademik dan meningkatkan risiko stunting ketika para remaja putri tersebut menjadi ibu di masa mendatang.
"Menjaga kesehatan dan gizi remaja sama artinya dengan menyiapkan generasi Kendal yang lebih kuat di masa mendatang. Dengan persiapan sejak jauh hari, penanganan stunting di Kabupaten Kendal akan menjadi lebih mudah," ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Tika.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak para pelajar untuk meninggalkan kebiasaan malas bergerak (mager) dan mulai menerapkan pola hidup sehat dengan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari serta membiasakan sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Ia juga mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi makanan dan minuman kekinian yang mengandung kadar gula tinggi guna mencegah risiko penyakit diabetes sejak usia muda.
Mbak Tika menegaskan, Gerakan Aksi Bergizi Serentak tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Pihak sekolah dan guru diharapkan dapat mendampingi siswa agar pola hidup sehat dan bergizi menjadi budaya yang diterapkan secara rutin dan konsisten di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rabbani Kendal, Ikhsan Mustofa, mengaku bersyukur karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran gerakan yang melibatkan 278 sekolah di Kabupaten Kendal.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kendal dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kendal, dapat terus diperkuat agar sekolah mampu berkontribusi maksimal dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya menanggulangi peningkatan kasus anemia pada remaja melalui penyuluhan pentingnya sarapan dan pemberian tablet tambah darah secara rutin.
Menurutnya, anemia pada remaja putri berpotensi menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah dan meningkatkan risiko stunting di masa depan. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat.
"Pemberian pil tambah darah dilakukan secara rutin di 278 SMP dan SMA, baik sekolah negeri di bawah naungan Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama," kata Ferinando dilansir dari laman Jatengprov.
Pihaknya akan terus mensosialisasikan pentingnya konsumsi tablet tambah darah kepada para siswa. Pasalnya, rasa obat yang kurang disukai kerap menjadi kendala sehingga diperlukan pendekatan khusus agar para pelajar tetap disiplin mengonsumsinya. (R)
beritaTerkait
komentar