Ia berharap kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kendal dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kendal, dapat terus diperkuat agar sekolah mampu berkontribusi maksimal dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya menanggulangi peningkatan kasus anemia pada remaja melalui penyuluhan pentingnya sarapan dan pemberian tablet tambah darah secara rutin.
Menurutnya, anemia pada remaja putri berpotensi menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah dan meningkatkan risiko stunting di masa depan. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat.
"Pemberian pil tambah darah dilakukan secara rutin di 278 SMP dan SMA, baik sekolah negeri di bawah naungan Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama," kata Ferinando dilansir dari laman Jatengprov.
Pihaknya akan terus mensosialisasikan pentingnya konsumsi tablet tambah darah kepada para siswa. Pasalnya, rasa obat yang kurang disukai kerap menjadi kendala sehingga diperlukan pendekatan khusus agar para pelajar tetap disiplin mengonsumsinya. (R)
beritaTerkait
komentar