Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatannya. Melalui Program CKG, berbagai faktor risiko maupun penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
"Selama ini masih ada anggapan, kalau tidak sakit mengapa harus periksa. Pemahaman seperti itu perlu diluruskan. Program CKG hadir sebagai upaya skrining kesehatan masyarakat agar penyakit dapat dideteksi sedini mungkin," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, sasaran Program CKG tahun 2026 mencapai 675.501 jiwa. Hingga pekan ke-28, sebanyak 287.017 warga telah mengikuti pemeriksaan. Dengan demikian, masih terdapat 388.484 penduduk yang belum memanfaatkan layanan tersebut.
Pemkab
Rembang mengimbau masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan untuk segera mendatangi puskesmas atau lokasi penyelenggaraan Program CKG. Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sementara itu, capaian kehadiran tertinggi hingga pekan ke-28 tercatat berada di Kecamatan Pamotan. Dari target sebanyak 52.290 orang, sebanyak 29.764 warga telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis. (R)
beritaTerkait
komentar