Kamis, 11 Juni 2026

Pemprov Sumut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Flu Burung Melalui Penguatan Tim Gerak Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 14:56 WIB
Pemprov Sumut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Flu Burung Melalui Penguatan Tim Gerak Cepat
Workshop Penguatan TGC Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam JOI serta Respons KLB Flu Burung yang berlangsung di Hotel Santika Diandra Medan, Selasa (9/6/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis, khususnya flu burung (Avian Influenza).

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar mampu mendeteksi serta merespons potensi wabah secara cepat, tepat, dan terintegrasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Joint Outbreak Investigation (JOI) serta Respons Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung yang berlangsung di Hotel Santika Diandra Medan, Selasa.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pertanian RI, serta mitra pembangunan internasional seperti FAO dan Health Security Partners (HSP) atas kolaborasi strategis yang telah terjalin dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit zoonosis.

Dalam sambutannya, Sulaiman menegaskan bahwa flu burung masih menjadi salah satu ancaman zoonosis global yang memerlukan perhatian serius. Menurutnya, virus yang dapat menular dari hewan ke manusia itu berpotensi menimbulkan dampak luas, tidak hanya pada sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

"Perkembangan global menunjukkan adanya berbagai varian virus baru. Kondisi ini menuntut kewaspadaan kita agar tidak boleh berkurang sedikit pun. Upaya terpadu melalui investigasi lapangan yang cepat serta koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap potensi penularan dapat diantisipasi sedini mungkin," ujar Sulaiman.

Ia menjelaskan, Sumut memiliki karakteristik wilayah dengan aktivitas peternakan, perdagangan, dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit zoonosis apabila tidak didukung sistem ketahanan kesehatan yang kuat.

Karena itu, Pemprov Sumut terus mendorong penerapan pendekatan One Health atau Satu Kesehatan sebagai landasan utama dalam penanggulangan wabah. Pendekatan tersebut mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan dalam satu sistem yang saling berkaitan.

"Tantangan penanggulangan penyakit zoonosis tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Kita membutuhkan kolaborasi kuat antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, akademisi, rumah sakit, pemerintah daerah, hingga mitra pembangunan internasional. Jika ketiga aspek dalam One Health ini berjalan padu, maka kemampuan kita dalam deteksi dini, pencegahan, dan respons wabah akan jauh lebih efektif," katanya.

Sulaiman menambahkan, hasil pembahasan dan rekomendasi yang dihasilkan dari workshop tersebut akan menjadi bahan penting bagi Pemprov Sumut dalam penyusunan program kerja dan kebijakan anggaran melalui perangkat daerah terkait.

beritaTerkait
Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan
Patroli Gabungan Dikerahkan di Asahan, Pemprov Sumut Perkuat Pencegahan Narkoba dan Kenakalan Remaja
Pemprov Sumut Gandeng RS Mata Cicendo Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mata
Pemprov Sumut dan BNNP Perkuat Kolaborasi Berantas Narkoba, Bobby Nasution Siap Dukung Anggaran
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk Infrastruktur 2026
komentar
beritaTerbaru