Jumat, 14 Agustus 2026

Sumut Perkuat Kolaborasi Antarprovinsi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

Jumat, 14 Agustus 2026 16:35 WIB
Sumut Perkuat Kolaborasi Antarprovinsi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera
Rakor Kerja Sama Antar Daerah se-Sumatera yang digelar di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (12/8/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat kerja sama antarprovinsi di Pulau Sumatera guna mempercepat pertumbuhan kawasan dan meningkatkan daya saing regional.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kerja Sama Antar Daerah se-Sumatera yang digelar di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu. Rakor mengusung tema "Memperkuat Kolaborasi dan Mendorong Pertumbuhan Kawasan."

Plh Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap mewakili Gubernur Sumut mengatakan kolaborasi lintas provinsi menjadi penting karena berbagai aktivitas ekonomi tidak terbatas pada wilayah administrasi masing-masing daerah.

Menurut Sulaiman, Sumatera memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan telah menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Pada 2025, PDRB Sumatera mencapai Rp5.251 triliun atau 22,05% dari PDB Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81% secara year on year.

Sementara pada Semester I 2026, ekonomi Sumatera tumbuh 5,10% secara c-to-c. Nilai PDRB Sumatera mencapai sekitar Rp2.812,6 triliun atau setara 22,08% terhadap perekonomian nasional.

"Kekuatan itu akan jauh lebih besar ketika kita mampu menghubungkannya. Sentra produksi, kawasan industri, sumber daya energi, pelabuhan, destinasi wisata, perdagangan dan pasar harus kita lihat sebagai bagian dari satu ekosistem pertumbuhan," ujar Sulaiman.

Ia menegaskan, rantai pasok tidak mengenal batas wilayah. Konektivitas dibutuhkan untuk mendukung investasi, industri membutuhkan pasokan bahan baku, sementara sektor pariwisata membutuhkan jejaring destinasi yang saling terhubung.

Karena itu, pembangunan Sumatera perlu dilakukan dengan pendekatan kawasan, sehingga setiap provinsi dapat saling melengkapi dan memperkuat keunggulan masing-masing.

"Hal ini sejalan dengan karakter isu pembangunan Sumatera yang lintas wilayah, mulai dari ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, komoditas unggulan, digitalisasi, lingkungan, hingga sumber daya manusia," katanya.

Sulaiman menyebutkan, rakor tersebut merupakan tindak lanjut Konsultasi Regional PDRB pada Oktober 2025 yang menghasilkan Mufakat Tanah Deli. Kesepakatan itu menjadi komitmen untuk memperkuat kerja sama antarprovinsi berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing daerah.

Selain itu, Sumut juga ditunjuk sebagai koordinator daerah dalam kerangka kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wagub Sumut: Pendidikan Gratis Jadi Prioritas, Kepulauan Nias Dapat PUBG
Pemprov Sumut Perkuat UHC, Nias Barat Targetkan Status Utama
UHC Nias Selatan Capai 98 Persen, Pemprov Sumut Dorong Akses Kesehatan Merata
Wagub Sumut: Kolaborasi Jadi Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan di Nias Barat
Pemprov Sumut Percepat Pembangunan Empat Kabupaten 3T di Kepulauan Nias
Bobby Nasution Dorong Beasiswa Mahasiswa Poltekkes Gunungsitoli, Targetkan Cakupan hingga 50 Persen
komentar
beritaTerbaru