Rabu, 02 September 2026

Rico Waas Tegaskan Komitmen Berantas Judi Online di Medan, Camat Terlibat Judol Dipecat

Jumat, 15 Mei 2026 12:26 WIB
Rico Waas Tegaskan Komitmen Berantas Judi Online di Medan, Camat Terlibat Judol Dipecat
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik judi online (judol) di Kota Medan.

Penegasan itu disampaikan di hadapan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid saat menghadiri kegiatan edukasi publik bertajuk "Indonesia.go.id Menyapa Medan: GASS POL Tolak Judol" di Kembar Kafe, Jalan Sakti Lubis, Medan Amplas, Rabu.

Kegiatan bertajuk "GASS POL Tolak Judol! Jauhi Judi - Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online" itu digelar sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Selain Meutya Hafid dan Rico Waas, acara tersebut turut dihadiri praktisi strategi komunikasi keberlanjutan Rike Amru, konten kreator Wawan Wandou, serta tokoh agama Ustad Abdul Muhadir Ritonga.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyebut judi online telah merusak berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga aparatur pemerintahan. Ia bahkan mengungkapkan telah memecat seorang camat di lingkungan Pemerintah Kota Medan yang terbukti terlibat judi online.

"Teknologi ternyata punya celah di mana hal-hal yang tidak menguntungkan kita masuk. Salah satunya adalah judi online yang menyerang anak-anak SD, SMA, hingga orang yang sudah bekerja," ujar Rico Waas.

Menurutnya, dampak judi online tidak hanya menghancurkan kondisi ekonomi, tetapi juga merusak keharmonisan keluarga. Ia menilai kecanduan judi online memiliki dampak yang hampir serupa dengan narkoba karena mampu merusak mentalitas seseorang.

"Kehidupan keluarganya jadi berantakan. Banyak yang cerai gara-gara judi online. Kecanduannya hampir sama dengan narkoba, merusak mentalitas dan keluarga kita," katanya.

Rico juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyebaran judi online. Ia menyoroti fenomena individualisme akibat penggunaan gadget yang berlebihan, bahkan di lingkungan keluarga sendiri.

Sementara itu, Meutya Hafid menegaskan bahwa judi online kini telah menjadi persoalan serius yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

"Jumlah anak-anak yang juga menjadi korban judi online hampir 200 ribu orang, dan sekitar 80 ribu di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 10 tahun. Jadi ini penting bagi kita membuka ruang untuk menyampaikan bahwa masalah ini luar biasa besar," ujar Meutya.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya fokus pada penutupan akses dan takedown situs judi online, tetapi juga memperkuat edukasi dan literasi digital kepada masyarakat.

"Pemerintah hadir bukan hanya untuk menutup akses, tetapi juga menjangkau masyarakat dan menyampaikan fakta-fakta yang terjadi," katanya.

Menurut Meutya, dampak judi online tidak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tetapi juga memicu berbagai persoalan sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hilangnya keharmonisan keluarga, hingga rusaknya masa depan anak-anak.

"Banyak masukan kepada kami maupun yang muncul di media massa mengenai bagaimana seorang istri menjadi korban ketika suaminya terpapar judi online. Bukan hanya kehilangan ekonomi, tetapi juga kehilangan kebersamaan dalam keluarga," ungkapnya.

Meutya menegaskan pemberantasan judi online harus dilakukan secara bersama-sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, kepolisian, perbankan, OJK hingga platform media sosial.

"Pelakunya juga harus ditangkap, karena kalau tidak, situsnya akan terus bertambah. Maka harus ada pihak kepolisian, perbankan, OJK, hingga platform media sosial karena iklannya juga banyak muncul di sana," tegasnya.

Melalui kegiatan "GASS POL Tolak Judol", pemerintah berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda Kota Medan, semakin meningkat untuk menjauhi judi online dan memilih masa depan yang lebih baik. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Bahas Penguatan Kerja Sama Berbagai Sektor
Airin Rico Waas Dilantik Jadi Bunda PAUD Medan, Fokus Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Anak
Rico Waas Minta Rekomendasi DPRD soal PAD dan Aset Daerah Ditindaklanjuti Serius
Wali Kota Medan Dukung Pemutaran Film “Djamin Setia Selamanya”
Pemko Medan Tegaskan Komitmen Dukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Kota Medan
komentar
beritaTerbaru