Kamis, 11 Juni 2026

Pemprov Jateng Kunjungi Keluarga Korban Bullying di Sragen dan Tawuran di Brebes

Senin, 20 April 2026 19:36 WIB
Pemprov Jateng Kunjungi Keluarga Korban Bullying di Sragen dan Tawuran di Brebes
Dinas Pendidikan Jawa Tengah bersama jajaran telah melakukan kunjungan langsung ke keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan, Jumat (17/4/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menunjukkan kepedulian terhadap kasus perundungan (bullying) dan kekerasan pelajar yang terjadi di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Brebes.

Dilansir dari laman Jatengprov, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran telah melakukan kunjungan langsung ke keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan, Jumat (17/4/2026).

"Kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban," ujar Sadimin saat dikonfirmasi, Minggu.

Di Sragen, rombongan Dinas Pendidikan Jateng mengunjungi rumah keluarga almarhum Wahyu Adi Prasetya, siswa kelas 8B SMP Negeri 2 Sumberlawang. Korban meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan sesama siswa di lingkungan sekolah pada 7 April 2026.

Sadimin menyampaikan belasungkawa mendalam dan memastikan bahwa pihak sekolah bersama instansi terkait telah memberikan pendampingan kepada keluarga sejak awal kejadian, mulai dari proses pemakaman hingga kegiatan doa bersama. "Sekolah telah mendampingi keluarga sejak masa duka, termasuk saat pemakaman dan pengajian," jelasnya.

Sementara itu, di Brebes, perhatian juga diberikan terhadap kasus tawuran pelajar yang terjadi pada 30 Maret 2026 di wilayah Bulakamba. Insiden tersebut melibatkan remaja bersenjata tajam dan menyebabkan satu pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menurut Sadimin, peristiwa di Brebes diduga dipicu konflik sebelumnya antarkelompok pelajar. Upaya pembinaan telah dilakukan oleh pihak sekolah dengan melibatkan guru, orang tua, serta aparat keamanan setempat.

Selain itu, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, dan wali murid guna memperketat pengawasan terhadap siswa, termasuk dalam penggunaan media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik.

"Untuk menjamin keamanan, pengawasan dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pihak, termasuk aparat dan orang tua siswa," katanya.

Dinas Pendidikan Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten setempat untuk mendalami penyebab kejadian secara komprehensif. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di lingkungan pendidikan.

Sadimin menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Ia juga mengimbau agar pengawasan terhadap perilaku siswa diperkuat, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

"Kita harus bersama-sama mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman demi terciptanya pembelajaran yang kondusif dan berkualitas," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
Pemprov Jateng Perkuat UMKM untuk Hadapi Pelemahan Rupiah
Gubernur Jateng: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Harus Libatkan Pemda
Borobudur Diproyeksikan Jadi Hub Wisata Jateng, Hubungkan Lima Daerah di Kawasan Keburejo-Gelangmanggung
PAUD Emas Jadi Andalan Jateng Dukung Wajib Belajar 13 Tahun
Jateng Perkuat Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Minta Daerah Siaga Kekeringan
komentar
beritaTerbaru