Sabtu, 11 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

Sabtu, 11 April 2026 13:15 WIB
KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset
Penguatan Antikorupsi untuk Pimpinan BRIN Berintegritas (PAKU Integritas BRIN) yang digelar di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya penguatan integritas di kalangan pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (Badan Riset dan Inovasi Nasional), seiring meningkatnya kompleksitas risiko korupsi di sektor riset dan inovasi nasional.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Antikorupsi untuk Pimpinan BRIN Berintegritas (PAKU Integritas BRIN) yang digelar di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Kamis.

KPK menyoroti bahwa besarnya kewenangan dan diskresi dalam sektor riset berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada kerugian negara.

Baca Juga: KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp3,88 Mi ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol
Peringatan ini juga diperkuat dengan penurunan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) BRIN dari 82,29 pada 2025 menjadi 74,32 pada 2026, yang menempatkan lembaga tersebut dalam kategori waspada.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa integritas pimpinan merupakan faktor kunci dalam menjaga kredibilitas lembaga riset.

Ia menyebut pencegahan korupsi di BRIN sebagai investasi tata kelola jangka panjang yang jauh lebih penting dibanding sekadar kepatuhan administratif.

"Di institusi yang berbasis riset seperti BRIN, integritas bukan sekadar nilai moral, tetapi pondasi kredibilitas ilmu pengetahuan," ujarnya dilansir dari laman KPK.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan dan Hilirisasi Pertanian, Kementan Gandeng Kemendiktisaintek dan BRIN Perkuat Riset
Ia juga menyoroti masih adanya budaya yang menormalisasi pelanggaran kecil di lingkungan birokrasi, sehingga mendorong pimpinan BRIN untuk menjadi teladan dalam membangun budaya antikorupsi yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian menekankan bahwa integritas menjadi tantangan nyata dalam praktik, terutama ketika terdapat peluang untuk menyimpang.

Ia menegaskan bahwa BRIN harus menjaga komitmen sebagai lembaga strategis yang tidak hanya unggul dalam riset dan inovasi, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan nilai integritas. "Integritas tidak diuji saat diawasi, tetapi saat ada kesempatan untuk menyimpang," katanya.

Program PAKU Integritas sendiri diikuti oleh 153 pimpinan BRIN dari berbagai jenjang jabatan. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai tindak pidana korupsi serta membekali peserta dalam menghadapi dilema integritas melalui pendekatan interaktif, termasuk metode "Pohon Harapan Integritas".

Melalui kegiatan ini, KPK berharap para pimpinan BRIN dapat memperkuat tata kelola, meningkatkan pengawasan internal, serta memastikan pengelolaan anggaran riset berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp3,88 M ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol
KPK Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi
Pemprov Sumut Percepat Pembentukan Desa Antikorupsi, Target Enam Desa pada 2026
KPK Perkuat Pencegahan Korupsi, Evaluasi Tata Kelola Pemko Salatiga
KPK Perkuat Integritas Peserta Didik Sespimti Polri untuk Tingkatkan Responsibilitas Antikorupsi
komentar
beritaTerbaru