Cirebon (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyapa masyarakat melalui program “Roadshow KPK: Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA)” yang kali ini digelar di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 27-28 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk menanamkan nilai-nilai integritas melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis budaya lokal.
Selama dua hari, KPK menggandeng berbagai unsur masyarakat, pelajar, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, serta organisasi perangkat daerah (OPD) dalam serangkaian kegiatan yang dikemas menarik.
Mulai dari pemutaran film, diskusi publik tentang nilai integritas, hingga pertunjukan budaya seperti musik angklung yang dibawakan oleh Kelompok Perempuan Indonesia (API).
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar edukasi, tetapi membentuk kesadaran dan partisipasi publik sehingga kita secara bersama-sama bisa bergerak melawan korupsi,” ujar Wawan Wardiana, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK.
Wawan menambahkan, pendekatan budaya menjadi kunci penting dalam membumikan semangat antikorupsi. Melalui kearifan lokal, pesan moral dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh dan mudah diterima oleh masyarakat.
Kegiatan roadshow ini juga menjadi wadah sosialisasi strategi trisula KPK, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Tiga pendekatan ini terus diperkuat untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.
Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Skor SPI menunjukkan Kota Cirebon berada pada angka 66,51, sementara Kabupaten Cirebon di angka 63,61.
Data ini menjadi indikator bahwa wilayah Cirebon masih memiliki kerentanan terhadap praktik korupsi, khususnya pada level pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Masyarakat memiliki caranya sendiri dalam memberantas korupsi, dan kita semua berperan besar dalam memastikan daerah kita bersih dan bebas dari praktik koruptif,” pungkas Wawan.
KPK menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan perubahan.
Melalui program Jelajah Negeri, KPK tidak hanya menyampaikan pesan antikorupsi, tetapi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas, dimulai dari daerah ke daerah. (R)
beritaTerkait
komentar