Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat kembali menggelar Anti-Corruption Academy 3rd Batch bekerja sama dengan IM57+ Institute dan German Agency for International Cooperation (GIZ).
Mengangkat tema “Fighting Natural Resources Corruption Training for Civil Society”, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan integritas antikorupsi di sektor sumber daya alam (SDA).
Dilansir dari laman KPK, pelatihan yang berlangsung pada 21-25 Juli 2025 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta ini diikuti oleh perwakilan organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, dan komunitas sipil dari berbagai daerah.
Kegiatan ini menjadi forum berbagi pengetahuan serta memperkuat jejaring dalam upaya pemberantasan korupsi SDA yang dinilai rawan praktik penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto dalam sambutannya menekankan bahwa korupsi di sektor SDA sering terjadi dalam bentuk state capture, yaitu kondisi di mana regulasi dikendalikan oleh segelintir pihak untuk keuntungan pribadi.
"Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan cerminan krisis tata kelola. Masih maraknya korupsi menunjukkan rendahnya kesadaran publik,” ujar Fitroh.
Ia juga menyebut bahwa pendidikan antikorupsi harus ditanamkan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan agar bisa menciptakan budaya antikorupsi di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi (ACLC) KPK, Yonathan Demme Tangdilintin menegaskan bahwa strategi pemberantasan korupsi melalui pendekatan trisula yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan tidak akan efektif tanpa keterlibatan masyarakat luas.
"Peran serta masyarakat sangat penting. Strategi trisula tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dari semua elemen,” kata Yonathan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Jerman. Counsellor for Development Cooperation at the Embassy of the Federal Republic of Germany to Indonesia, ASEAN, and Timor-Leste, Oliver Hoppe menyampaikan apresiasinya secara daring terhadap komitmen KPK dalam mendorong pengelolaan SDA yang bersih dan berintegritas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal IM57+ Institute, Budi Agung Nugroho menyampaikan bahwa pelatihan ini akan menjadi agenda tahunan. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya fokus pada penguatan kapasitas, tetapi juga membangun generasi baru yang kritis terhadap praktik korupsi.
“Forum ini menjadi ruang penting untuk berbagi pengalaman investigasi, aspek hukum, dan surveillance dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi SDA,” ujar Budi.
Tahun ini, fokus pelatihan mencakup isu-isu pelanggaran di sektor mineral, kehutanan, dan lingkungan hidup. Kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang seperti pegiat lingkungan, ahli hukum internasional, aktivis antikorupsi, hingga pengawas pemerintahan.
Melalui kegiatan ini, KPK menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan antikorupsi. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia pendidikan diyakini menjadi kunci penting untuk mewujudkan tata kelola SDA yang transparan, adil, dan bebas dari korupsi. (R)
beritaTerkait
komentar