Rabu, 10 Juni 2026

Korlantas Polri Gelar Evaluasi Operasi Patuh 2025: Tekankan Sinergi Edukasi dan Penegakan Hukum

Kamis, 24 Juli 2025 02:00 WIB
Korlantas Polri Gelar Evaluasi Operasi Patuh 2025: Tekankan Sinergi Edukasi dan Penegakan Hukum
Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries bersama pejabat utama Korlantas Polri Kombes Pol Hotman saat memimpin kegiatan analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Patuh 2025 di Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Korlantas Polri melaksanakan kegiatan analisa dan evaluasi (Anev) terhadap pelaksanaan Operasi Patuh 2025 yang dihadiri oleh Pejabat Utama Korlantas Polri serta jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini dipimpin Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Aries menekankan pentingnya kolaborasi antara pendekatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum agar tujuan utama dari Operasi Patuh benar-benar tercapai, yakni meningkatkan kepatuhan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.

“Kegiatan Operasi Patuh harus dilaksanakan secara menyeluruh. Baik pendekatan preemtif maupun preventif serta penegakan hukum harus berjalan beriringan. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang lebih patuh dan tertib dalam berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Aries.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai komunitas dalam menyosialisasikan aturan serta membentuk kesadaran hukum masyarakat.

“Sosialisasi melalui komunitas yang ada sangat penting, khususnya dengan dukungan polisi lalu lintas di lapangan. Ini bagian dari upaya membangun masyarakat yang taat hukum dan tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Dalam evaluasi pelaksanaan Operasi Patuh 2025, diketahui bahwa pelanggaran terbanyak masih didominasi oleh pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, tidak mengenakan sabuk pengaman, serta melawan arus lalu lintas. Pelanggaran-pelanggaran ini dinilai berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Jenis pelanggaran tertinggi masih pelanggaran yang mudah terlihat dan berisiko fatal, seperti tidak memakai helm, tidak mengenakan safety belt, dan melawan arus,” jelasnya.

Operasi Patuh tahun ini juga dibarengi dengan kegiatan tatap muka bersama paguyuban dan komunitas angkutan logistik sebagai bentuk dukungan terhadap Rencana Aksi Nasional Zero Over Dimension and Overload (ODOL) yang dipimpin Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IPK).

“Kami juga melaksanakan pertemuan dengan komunitas angkutan logistik selama operasi. Ini bagian dari dukungan terhadap Rencana Aksi Nasional Zero ODOL yang digagas oleh Kemenko IPK, Pak AHY,” ujar Kombes Aries.

Ia menambahkan bahwa edukasi dan sosialisasi kepada para pemilik, pengusaha, dan pengelola usaha logistik menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman.

“Upaya ini penting agar sektor logistik dapat menjalankan operasionalnya dengan tetap mengedepankan keselamatan berkendara,” imbuhnya.

Menghadapi tantangan era digital, Polri juga terus berinovasi dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Melalui program Polantas Menyapa, polisi lalu lintas diberikan ruang untuk berinteraksi secara aktif dengan masyarakat demi mempererat hubungan dan membangun kepercayaan.

“Program Polantas Menyapa ini sebenarnya sudah berjalan, namun kini kita beri ruang lebih luas agar polisi dan masyarakat bisa saling menyapa dan berdialog, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital,” tutup Kombes Pol Aries. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Perkuat Layanan Kesehatan di Daerah
Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja ke Pesisir Barat Lampung
Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
komentar
beritaTerbaru