Rabu, 10 Juni 2026

Densus 88 dan BP2MI Gelar Sosialisasi Kebangsaan untuk Calon Pekerja Migran

Sabtu, 19 Juli 2025 02:09 WIB
Densus 88 dan BP2MI Gelar Sosialisasi Kebangsaan untuk Calon Pekerja Migran
Para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti kegiatan Sosialisasi Kebangsaan yang digelar oleh Densus 88 Antiteror Polri dan BP2MI di Aula BP3MI DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur.
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama empat hari berturut-turut di Aula BP3MI DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur.

Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan yang berlangsung pada 9, 11, 14, dan 16 Juli 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kebangsaan dan ketahanan ideologi para calon PMI sebelum mereka diberangkatkan ke negara tujuan kerja.

Para peserta berasal dari berbagai latar belakang dan negara tujuan, mulai dari Asia hingga Eropa.

Peserta dibagi ke dalam empat kelas berdasarkan negara penempatan:

Kelas A: Taiwan (134 orang)

Kelas B: Singapura dan Taiwan (31 orang)

Kelas C: Malaysia, Hong Kong, Arab Saudi, Qatar, UEA, Slovakia, Singapura, Kuwait, Turki, Brunei, dan Taiwan (137 orang)

Kelas D: Negara-negara Eropa (30 orang)

Sosialisasi ini diisi oleh sembilan narasumber dari unsur kepolisian, termasuk personel dai dan daiyah Polri.

Mereka memberikan pemahaman mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme teroris (IRET) yang kerap menyasar pekerja migran.

Para narasumber juga memaparkan strategi pencegahan melalui pendekatan vaksin ideologi, yang bertujuan membentuk daya tangkal ideologis peserta.

Pemaparan juga dilengkapi dengan studi kasus nyata PMI yang pernah terpapar paham radikal, agar peserta dapat mengenali pola rekrutmen dan propaganda radikalisme.

Selain itu, peserta diperkuat pemahamannya terhadap Empat Konsensus Dasar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapatkan sambutan positif dari para peserta. Mereka menyatakan kesiapan menjadi agen pencegahan radikalisme di tempat kerja maupun di lingkungan komunitas masing-masing.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para PMI tak hanya berbekal keterampilan profesional, tetapi juga memiliki integritas dan ketahanan ideologi yang kuat untuk menjaga citra bangsa di luar negeri. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Perkuat Layanan Kesehatan di Daerah
Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja ke Pesisir Barat Lampung
Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
komentar
beritaTerbaru