Kamis, 11 Juni 2026

Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras 5 Kg Terkait Dugaan Pelanggaran Mutu dan Takaran

Kamis, 17 Juli 2025 02:18 WIB
Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras 5 Kg Terkait Dugaan Pelanggaran Mutu dan Takaran
Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf memberikan keterangan pers tentang pemeriksaan 25 pemilik merek beras kemasan 5 kg di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Satgas Pangan Polri kembali menggiatkan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran mutu dan takaran dalam produk beras kemasan.

Kali ini, sebanyak 25 pemilik merek beras kemasan 5 kilogram dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap para pemilik merek tersebut dimulai hari ini, Selasa.

Namun, Helfi belum merinci siapa saja 25 pemilik merek beras yang diperiksa serta apakah pemeriksaan dilakukan serentak dalam satu hari atau secara bertahap.

"Saat ini penyidik Satgas Pangan Polri melakukan pemeriksaan terhadap 25 pemilik merek beras kemasan 5 kg lainnya," ujar Helfi dalam keterangannya, seperti dilansir dari laman Humas Polri.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya, pihaknya telah memeriksa 6 produsen beras dan 8 merek beras kemasan 5 kg. Total sebanyak 22 orang saksi telah dimintai keterangan dalam tahap awal penyelidikan tersebut.

"Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami, ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum terkait dugaan penjualan beras dalam kemasan yang tidak sesuai dengan komposisi yang tercantum pada label kemasan," jelasnya.

Sebelumnya, Kamis (10/7/2025), Satgas Pangan Polri juga telah memeriksa empat produsen besar terkait kasus serupa di Gedung Bareskrim.

Keempat produsen tersebut adalah Wilmar Group, Food Station Tjipinang Jaya, Belitang Panen Raya (BPR), dan Sentosa Utama Lestari yang merupakan bagian dari Japfa Group.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap kualitas bahan pangan yang beredar di pasaran, khususnya beras sebagai komoditas utama konsumsi masyarakat Indonesia. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Perkuat Layanan Kesehatan di Daerah
Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja ke Pesisir Barat Lampung
Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
komentar
beritaTerbaru