Rabu, 10 Juni 2026

Korlantas Polri Bahas Darurat Keselamatan Transportasi Jalan Raya

Minggu, 09 Februari 2025 00:17 WIB
Korlantas Polri Bahas Darurat Keselamatan Transportasi Jalan Raya
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menghadiri rapat koordinasi terkait darurat keselamatan transportasi jalan raya di Gedung Bina Graha, Gambir, Jakarta, pada Kamis (6/2/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri menghadiri Rapat Koordinasi yang digelar Kantor Staf Presiden (KSP) untuk membahas isu strategis darurat keselamatan transportasi jalan raya. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupattama) Lt 2 Gedung Bina Graha, Gambir, Jakarta, Kamis.

Dalam pertemuan tersebut, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menyoroti tingginya angka kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Menurutnya, kendaraan ODOL menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan yang kerap viral di berbagai media.

"Dari 12 lembaga yang berkumpul dalam rapat ini, kami membahas tingginya angka kecelakaan lalu lintas, yang sebagian besar disebabkan oleh kendaraan ODOL," ujar Brigjen Pol Slamet.

Brigjen Slamet juga mengungkapkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di tahun 2024 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Namun, angka korban jiwa masih tergolong tinggi, dengan sekitar 26.000 nyawa melayang di jalan raya sepanjang tahun.

"Korban kecelakaan didominasi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, yang sebagian besar merupakan tulang punggung keluarga. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Korlantas Polri terus meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, salah satunya melalui penegakan hukum.

Pihaknya juga menambah jumlah kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mengoptimalkan pengawasan di jalan.

"Saat ini, jumlah kamera ETLE telah mencapai 1.760 unit, baik statis maupun yang bergerak di udara. Kami akan terus menambahnya hingga tahun 2025, termasuk kamera wide motion untuk mengukur berat kendaraan," jelas Brigjen Slamet.

Dengan upaya penegakan hukum yang semakin ketat, baik melalui ETLE maupun tindakan manual, diharapkan keselamatan transportasi jalan raya dapat meningkat, serta angka kecelakaan akibat ODOL dapat ditekan secara signifikan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Perkuat Layanan Kesehatan di Daerah
Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Saat Kunjungan Kerja ke Pesisir Barat Lampung
Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
komentar
beritaTerbaru