Rabu, 10 Juni 2026

KPK Ajak PT TWC Perkuat Budaya Antikorupsi

Rabu, 01 Januari 2025 01:06 WIB
KPK Ajak PT TWC Perkuat Budaya Antikorupsi
Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana memberikan sambutan dalam seminar antikorupsi di Gedung Kesenian Tri Murti, Prambanan, Senin (30/12/2024).
Prambanan (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak seluruh elemen PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) untuk memperkuat budaya antikorupsi melalui seminar bertajuk “Integrity in Action: The Power of Integrity” yang digelar di Gedung Kesenian Tri Murti, Prambanan, Senin.

Acara ini dihadiri Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, Komisaris Utama PT TWC Kacung Marijan, Direktur Utama PT TWC Febrina Intan, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Injourney Destination Management Joel Siahaan.

Turut hadir Wakil Kepala Satuan Tugas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Dion Hardika Sumarto, peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM Zaenur Rohman, serta 279 peserta dari jajaran komisaris, direksi, dan karyawan PT TWC.

Dalam sambutannya, Wawan menyoroti bahaya konflik kepentingan sebagai salah satu faktor pemicu korupsi. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perilaku curang atau yang dalam budaya Jawa dikenal dengan istilah pokil.

“Konflik kepentingan yang tidak ditangani akan meningkatkan risiko pelanggaran etika dan tindak pidana korupsi. Berdasarkan data, sebanyak 466 pelaku korupsi berasal dari sektor swasta, disusul oleh pejabat eselon dan anggota DPR/DPRD. Mari kita bersama-sama menyatakan diri untuk tidak korupsi dan aktif mendukung gerakan pemberantasan korupsi,” tegas Wawan, seperti dilansir dari Web KPK.

Sementara itu, Direktur Utama PT TWC, Febrina Intan, menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan peraturan dan hukum. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari perilaku individu.

“Integritas harus ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus bersatu menciptakan sistem yang bebas korupsi dan membangun budaya kerja yang sehat melalui kolaborasi,” ujar Febrina.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah sesi materi, antara lain:

1. Integrated Whistleblowing System oleh Joel Siahaan,

2. The Power of Integrity oleh Zaenur Rohman,

3. Membangun Budaya Antikorupsi oleh Dion Hardika Sumarto.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PT TWC dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi dan memperkuat budaya integritas di lingkungan kerja.

Dengan kolaborasi antara institusi negara, dunia usaha, dan akademisi, diharapkan tercipta ekosistem yang semakin bersih dan beretika. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
Tags
beritaTerkait
Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
komentar
beritaTerbaru