Rabu, 10 Juni 2026

Kapolri Perintahkan Usut Tuntas Penembakan di Polres Solok Selatan

Minggu, 24 November 2024 00:24 WIB
Kapolri Perintahkan Usut Tuntas Penembakan di Polres Solok Selatan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan terkait kasus penembakan di Polres Solok Selatan.
Jakarta (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono untuk mengusut tuntas kasus penembakan yang terjadi di Polres Solok Selatan.

Peristiwa tersebut menewaskan AKP Ryanto setelah peluru dari senjata api yang dipegang AKP D mengenai wajah korban, Jumat (22/11/2024) dini hari.

Kapolri menyatakan bahwa insiden ini telah mencederai institusi kepolisian dan menegaskan pentingnya penanganan tegas terhadap pelaku tanpa pandang bulu.

"Apapun pangkatnya, saya minta tindak tegas, jangan ragu-ragu. Jika ada pelanggaran yang tidak bisa ditolerir, proses secara hukum dan etik harus dilakukan," ujar Kapolri di Jakarta, usai menghadiri rapat di Kemenko PMK.

Polda Sumbar saat ini mendapatkan asistensi dari Bareskrim Polri untuk mendalami motif di balik penembakan tersebut.

Divisi Propam Polri juga diterjunkan untuk memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan dan kode etik.

"Kami tidak akan ragu mengambil tindakan, baik secara etik maupun pidana, sesuai dengan tingkat pelanggaran," tambah Kapolri.

Peristiwa tragis ini terjadi pada pukul 00.15 WIB di Polres Solok Selatan. Pelaku, AKP D, kini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peluru dari senjata api mengenai pelipis dan pipi korban, menyebabkan AKP Ryanto meninggal di tempat.

Kapolri berharap penyelidikan ini dapat mengungkap motif pelaku secara transparan dan menjadi pelajaran penting bagi institusi kepolisian. (R)

 
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Gerakan Sekolah ASRI dan Penanaman Mangrove Perkuat Karakter Peduli Lingkungan
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
komentar
beritaTerbaru