Papua (buseronline.com) - Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengungkap dua video kekerasan yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai kejadian terbaru di Papua ternyata merupakan rekaman lama.
Dilansir dari laman
Humas Polri, video tersebut kembali disebarkan dengan narasi berbeda yang dinilai berpotensi memicu ketakutan dan keresahan masyarakat.
Hasil penelusuran kepolisian menunjukkan, kedua rekaman tersebut merupakan dokumentasi peristiwa sebelumnya yang dikaitkan dengan klaim dan ancaman dari kelompok bersenjata.
Penyebaran ulang video itu diduga bertujuan membangun opini serta memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di
Papua.
Video pertama berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap tiga perempuan. Rekaman tersebut diklaim terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (30/10/2026).
Kelompok TPNPB-OPM menyebut aksi tersebut sebagai hukuman terhadap orang yang dituduh sebagai intelijen militer sekaligus bentuk balas dendam atas kematian anggota kelompok mereka.
Namun, berdasarkan identifikasi Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, video tersebut ternyata sudah diunggah di media sosial Facebook sejak Maret 2025. Artinya, klaim bahwa peristiwa itu terjadi pada akhir Oktober 2026 tidak sesuai dengan hasil penelusuran kepolisian.
Sementara itu, video kedua berdurasi 31 detik disebarkan kelompok Kodap III Ndugama Derakma dengan narasi pembunuhan seorang sopir lintas Wamena-Nduga yang dituduh membawa pasokan logistik TNI.
Dalam penyebarannya, video tersebut juga dikaitkan dengan ancaman terhadap ASN, tenaga medis, dan warga pendatang agar meninggalkan wilayah tertentu.
Kasatgas Humas
Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo SIK MT menegaskan bahwa kepolisian telah melakukan penelusuran terhadap kedua video tersebut.
"Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB," tegas Yusuf saat dikonfirmasi, pada 31 Oktober 2026.
beritaTerkait
komentar