Senin, 21 September 2026

Polri Perkuat Kesiapan Personel dan Teknologi Hadapi Ancaman Karhutla

Sabtu, 01 Agustus 2026 20:00 WIB
Polri Perkuat Kesiapan Personel dan Teknologi Hadapi Ancaman Karhutla
Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri, Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Polri memperkuat kesiapan personel, sarana, dan prasarana guna menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring fenomena El Nino dan puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026.

Dilansir dari laman Humas Polri, komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo di Ruang Pusdalsis Stamaops Polri, Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Rapat diikuti pejabat utama Mabes Polri, para kapolda secara virtual, serta perwakilan Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, Basarnas, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, arahan Wakapolri menitikberatkan pada penguatan langkah-langkah pencegahan melalui kesiapan personel, patroli terpadu, sistem peringatan dini, pemantauan titik panas, serta koordinasi lintas instansi.

"Seluruh jajaran harus memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi ancaman karhutla. Upaya pencegahan harus dilakukan secara maksimal melalui patroli terpadu, sistem peringatan dini, pemantauan titik panas, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Johnny.

Dalam rapat tersebut dipaparkan, Polri telah melaksanakan 151 apel kesiapsiagaan, 29 rapat siaga tingkat polda, 180 kegiatan kesiapan lapangan, serta 2.850 kegiatan sosialisasi pencegahan yang melibatkan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa di berbagai daerah.

Selain itu, sebanyak 168.500 patroli darat dan perairan telah digelar bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, hingga masyarakat. Patroli tersebut didukung pemanfaatan drone untuk mendeteksi dan memetakan titik api secara cepat dan akurat.

Dari sisi kekuatan personel, Polri menyiagakan 48.368 personel Sabhara dari total sekitar 58 ribu personel nasional. Sementara Korps Brimob Polri menyiapkan 23.360 personel dari total sekitar 61 ribu personel guna mempercepat respons terhadap kondisi darurat di lapangan.

Sistem rayonisasi antar satuan kewilayahan juga diterapkan untuk mempercepat mobilisasi personel dan peralatan apabila terjadi peningkatan eskalasi kebakaran. Penguatan teknologi turut menjadi perhatian.

Polri mengoperasikan command center di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan yang telah terhubung dengan sistem Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Basarnas untuk memantau perkembangan titik panas secara real time.

Pemanfaatan CCTV dan drone produksi dalam negeri juga terus dikembangkan guna mendukung pemantauan wilayah rawan kebakaran.

Johnny menegaskan, keselamatan personel menjadi prioritas dalam setiap operasi penanggulangan karhutla. Seluruh personel yang bertugas dipastikan dilengkapi baju tahan api, sepatu tahan api, penutup kepala, masker, hingga peralatan pemadaman bergerak.

Selain kesiapan personel, Wakapolri juga menginstruksikan pendataan ulang embung, waduk, kanal, dan sumur bor yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air saat terjadi kebakaran.

Mabes Polri telah menyiapkan dukungan anggaran yang dapat diajukan melalui kapolda maupun kapolres untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Untuk mendukung operasi pemadaman dari udara, Polri mengoptimalkan empat helikopter yang memiliki kemampuan water bombing dan akan diprioritaskan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, luas lahan yang terdampak karhutla saat ini mencapai sekitar 107.465 hektare. Sementara lima wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi berada di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

Menutup keterangannya, Johnny menyampaikan Wakapolri menginstruksikan seluruh jajaran agar terus memperkuat mitigasi melalui prinsip 5M, yakni man, money, method, material, dan machine. Dengan kesiapan personel, sarana, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, Polri optimistis penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kapolri Minta Keluhan Masyarakat Jadi Peringatan Dini untuk Pembenahan Polri
SMA Kemala Taruna Bhayangkara Berpeluang Terima Siswa WNA, Jalur Khusus Putra-Putri Atase Kepolisian Diwacanakan
Polri Kembali Raih Opini WTP BPK, Jadi yang ke-13 Kali
Polri Kerahkan Dua Kapal dan Helikopter untuk Cari Korban KM Virgo Transport 8
19 Warga Terdampak Asap Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung
Helikopter Polri Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 dari Tengah Laut
komentar
beritaTerbaru