Senada dengan itu, Ade Irawan, sopir pengangkut minyak goreng rute Jakarta-Bandung, mengungkapkan bahwa besaran muatan sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan.
"Saya maunya muatannya enteng, tapi bagaimana lagi, bos yang menentukan. Kami ingin tertib, tetapi kami juga harus mengikuti aturan perusahaan," katanya.
Di sela kegiatan, Korlantas Polri juga menyalurkan bantuan sosial kepada para sopir truk sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berperan penting dalam mendukung distribusi logistik nasional.
"Terima kasih kepada Bapak-bapak Polisi yang sudah memberikan sembako. Semoga Polri semakin jaya dan semakin dekat dengan masyarakat," tutur Ade.
Melalui program Gakkum Humanis, Korlantas Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan edukasi, kolaborasi, dan pendekatan persuasif dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha angkutan, dan para pengemudi diharapkan menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan penanganan kendaraan
ODOL demi keselamatan bersama. (R)
beritaTerkait
komentar