Kamis, 21 Mei 2026

Pemprov Sumut Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Aman Jelang Idul Adha 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026 14:46 WIB
Pemprov Sumut Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Aman Jelang Idul Adha 1447 H
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Perangin-angin dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (20/5/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Perangin-angin mengatakan stok ternak di Sumut saat ini mencapai sekitar 748 ribu ekor.

Jumlah tersebut dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban yang diperkirakan berkisar antara 2.500 hingga 5.000 ekor menjelang Idul Adha.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu.

"Stok daging kita saat ini ada sebanyak 748.000 ekor yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha," ujar Yusfahri.

Selain memenuhi kebutuhan dalam daerah, Sumut juga menjadi pemasok hewan kurban bagi sejumlah provinsi lain seperti Sumatera Barat dan Riau.

Pada Idul Adha tahun ini, Presiden Republik Indonesia juga menyalurkan bantuan masyarakat berupa 34 ekor sapi kurban di Sumut.

Sebanyak 33 ekor dialokasikan untuk masing-masing kabupaten/kota, sedangkan satu ekor lainnya diberikan kepada Pemprov Sumut.

Yusfahri menjelaskan, sapi bantuan tersebut memiliki bobot besar, mulai dari 800 kilogram hingga mencapai satu ton. Seluruh sapi berasal dari peternak lokal Sumut. "Keseluruhan sapi program bantuan masyarakat ini asli dari peternak kita di Sumut," katanya.

Menurutnya, para peternak di Sumut telah mempersiapkan ketersediaan sapi kurban berukuran besar dalam dua tahun terakhir. Namun, distribusi ternak masih dilakukan dengan sistem subsidi silang karena belum semua daerah mampu menyediakannya.

Wilayah seperti Nias, Tapanuli, dan Sibolga masih mendapat suplai sapi dari daerah lain seperti Simalungun, Langkat, dan Binjai.

Selain memastikan ketersediaan stok, Pemprov Sumut juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Hewan yang akan disembelih harus dipastikan sehat, tidak cacat, bebas penyakit, serta memenuhi syarat usia.

"Hewan yang akan dikurbankan harus dipastikan sehat, tidak cacat, bebas penyakit, serta memenuhi syarat usia," ujarnya.

Pemerintah juga mengimbau agar proses penyembelihan dilakukan sesuai kaidah dan melibatkan juru sembelih halal bersertifikat. Pemotongan hewan kurban disarankan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) guna menjaga standar kebersihan dan kesehatan.

Meski demikian, mengingat tradisi penyembelihan kurban juga dilakukan di masjid maupun lapangan terbuka, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota terkait standar pemotongan hewan kurban.

"Kami akan tetap terus melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban serta pemantauan penyembelihan hewan kurban. Kita akan berupaya agar hewan yang dikurbankan memenuhi standar higienis, bersih dan halal," pungkas Yusfahri. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siapkan Mitigasi El Nino, 2.500 Pompa Air Dikerahkan untuk Jaga Pangan
Pemprov Sumut: Rangkap Jabatan Pj Sekdaprov Tidak Langgar Aturan
Pemprov Sumut Gelar Apel Kendaraan Dinas, Pastikan Aset Tertib dan Taat Pajak
Sumut dan Belanda Perkuat Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan
Pemprov Sumut Percepat Investasi Migas dan Dorong Legalisasi Sumur Tua
Pemprov Sumut Bantah Buka 9.759 Formasi CPNS Tahun 2026
komentar
beritaTerbaru