Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong para pelaku ekonomi kreatif di Jawa Tengah untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan baru guna menciptakan lapangan kerja serta memperkuat perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan saat menghadiri peluncuran program
Gekrafs Peduli yang diselenggarakan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (
Gekrafs)
Jawa Tengah di Hotel Ibis Styles Semarang, Sabtu.
Menurut Luthfi, ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sektor tersebut juga dapat menjadi ruang berkembang bagi berbagai kalangan masyarakat.
"Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh kembang untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini tidak hanya dimiliki oleh anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat," ujar Luthfi dilansir dari laman Jatengprov.
Ia mengatakan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah tujuan investasi. Oleh karena itu, geliat ekonomi kreatif perlu terus diperkuat agar mampu mendukung iklim investasi dan membuka peluang usaha baru.
Luthfi juga menyinggung kondisi geopolitik global yang berdampak terhadap perekonomian, termasuk sektor usaha dan perbankan di daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bagi para pelaku usaha kreatif untuk terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi.
"Karena itu, para wirausaha dan pelaku ekonomi kreatif di tempat kita harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi mengapresiasi langkah
Gekrafs Jawa Tengah yang meluncurkan program
Gekrafs Peduli. Ia menilai, semangat sosial perlu menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan dunia kewirausahaan.
Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan program Gekrafs Peduli lahir dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berbicara soal kreativitas dan keuntungan ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.
"
Gekrafs itu bukan hanya kreativitas, tidak hanya untuk mencari keuntungan atau segi ekonomi, tapi kita juga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang ada di diri kita," ujarnya.
beritaTerkait
komentar