Kamis, 07 Mei 2026

Investasi Jawa Tengah Capai Rp23,02 Triliun, Serap 92 Ribu Tenaga Kerja

Kamis, 07 Mei 2026 19:02 WIB
Investasi Jawa Tengah Capai Rp23,02 Triliun, Serap 92 Ribu Tenaga Kerja
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari.

Semarang (buseronline.com) - Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I (Januari-Maret) 2026 mencapai Rp23,02 triliun. Angka ini tumbuh 5,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Dilansir dari laman Jatengprov, Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan capaian tersebut diikuti dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 92.000 orang dari total 24.957 proyek yang terealisasi.

Menurutnya, penanaman modal asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai Rp12,98 triliun atau 56,40 persen dari total investasi. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp10,04 triliun atau 43,6 persen.

"Ini bagi kami membanggakan. Di tengah geopolitik yang penuh tantangan, PMA masih menjadi mayoritas investasi di Jawa Tengah," ujar Sakina, Selasa.

Ia menjelaskan, tren investasi mulai bergeser dari sektor padat karya ke padat modal. Industri seperti mesin, elektronik, instrumen kedokteran, dan kelistrikan kini mulai menguat, meskipun sektor padat karya seperti alas kaki dan tekstil tetap bertahan.

Sakina menegaskan, Jawa Tengah masih menjadi wilayah yang kondusif bagi investasi yang menyerap banyak tenaga kerja, terutama karena ekosistem industri alas kaki ekspor yang sudah terbentuk.

Dari sisi wilayah, Kota Semarang mencatat penyerapan tenaga kerja terbesar dengan 15.650 orang. Disusul Kabupaten Kendal 9.009 orang, Brebes 8.915 orang, Jepara 6.897 orang, dan Klaten 6.886 orang.

Sementara itu, Singapura menjadi negara investor terbesar dengan nilai Rp3,33 triliun. Diikuti Hong Kong Rp3,22 triliun, China Rp2,14 triliun, Jepang Rp1,85 triliun, dan Korea Selatan Rp0,52 triliun.

Sakina menambahkan, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap seluruh investasi yang masuk, baik padat modal maupun padat karya.

Ia juga menyoroti perkembangan industri baterai di Jawa Tengah, termasuk produksi anoda dan katoda, yang mendorong tumbuhnya sektor pendukung lainnya. "Ini menunjukkan bahwa ekosistem industri terus berkembang," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2026 Tembus 5,89 Persen, Lampaui Nasional
Investasi Rp1,12 Triliun Masuk KEK Kendal, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Menkeu: Sinergi Pemerintah dan Penegak Hukum Kunci Jaga Iklim Investasi
Wagub Jateng Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Agama di Demak
Prabowo Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Tahap II di Cilacap, 13 Proyek Strategis Diluncurkan
KITB Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Jawa Tengah
komentar
beritaTerbaru