Kamis, 07 Mei 2026

Amran Sulaiman: Swasembada Pangan RI Diakui Global Berbasis Data Kredibel

Selasa, 05 Mei 2026 10:01 WIB
Amran Sulaiman: Swasembada Pangan RI Diakui Global Berbasis Data Kredibel
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menjadi pembicara utama dalam Musyawarah Besar IKA Universitas Hasanuddin di Makassar, Sabtu (2/4/2026).

Makassar (buseronline.com) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan Indonesia merupakan fakta berbasis data kredibel yang diakui lembaga internasional, bukan klaim sepihak pemerintah.

Ia menyebut pengakuan tersebut berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Food and Agriculture Organization (FAO), serta United States Department of Agriculture (USDA).

"Yang menyampaikan bukan Kementerian Pertanian, tapi BPS, FAO, dan USDA," ujar Amran saat menjadi pembicara utama dalam Musyawarah Besar IKA Universitas Hasanuddin di Makassar, Sabtu.

Amran menyampaikan bahwa target swasembada pangan yang awalnya direncanakan dalam empat tahun berhasil dipercepat menjadi satu tahun. "Target Presiden empat tahun, alhamdulillah kita capai dalam satu tahun," katanya dilansir dari laman Kementan.

Ia juga meluruskan pemahaman publik terkait istilah swasembada, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan. Menurutnya, standar FAO menyebut suatu negara masih dapat dikategorikan swasembada apabila impor pangan strategis tidak melebihi 10 persen dari kebutuhan nasional. "Kalau impor di bawah 10 persen, itu masih swasembada," jelasnya.

Amran mengungkapkan stok beras nasional mencapai 5 juta ton pada April 2026, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ia membandingkan dengan era Presiden Soeharto yang berada di kisaran 2,75 juta ton. "Ini sudah diaudit BPK," tambahnya.

Selain produksi, sektor pertanian juga mencatat capaian positif. Nilai Tukar Petani (NTP) berada di angka 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada 2025 juga mencapai 5,74 persen, menjadi salah satu yang tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Amran menyebut pengendalian impor beras Indonesia turut memengaruhi harga global, yang turun dari sekitar 660 dolar menjadi 340 dolar per ton akibat perubahan permintaan internasional.

Ia juga mengungkapkan intensitas kerja tinggi di Kementerian Pertanian, termasuk rapat pada dini hari untuk memastikan percepatan program pangan nasional. "Tidak ada hari libur selama satu tahun," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Amran menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa.

"Mimpi kita adalah Indonesia swasembada pangan, protein, dan energi," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mentan Amran Dorong Pengusaha Muda Kembangkan Hilirisasi Kelapa untuk Perkuat Daya Saing Global
Mentan Temukan Ketidaksesuaian Program Pembibitan Kelapa di Manado, Minta Pengawasan Diperketat
TNI Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Amran Apresiasi Sinergi Lapangan
HKTI Diperkuat Jadi Garda Terdepan Kawal Program Pertanian
Produksi Melonjak, Indonesia Dipastikan Capai Swasembada Beras
Cadangan Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
komentar
beritaTerbaru