Amran menambahkan, sektor pertanian kini menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana juga diakui oleh Bank Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan refleksi personal tentang latar belakangnya sebagai anak seorang Babinsa yang membentuk karakter kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah.
Menutup pernyataannya, Amran mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan data dan memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertanian nasional.
"Kita gunakan data, jangan pakai sentimen. Negara ini milik bersama. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.
Sinergi antara pemerintah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat sistem pangan nasional yang tangguh dan berdaya saing global. (R)
beritaTerkait
komentar